Laqadja akum rasulum


web stats

Minggu, 17 Maret 2024

Sholat Tasbih

Sholat Tasbih merupakan salah satu amalan sunnah yang dapat dikerjakan oleh seorang muslim di malam Nisfu Syaban. Agar dapat mengerjakannya secara maksimal, simak baik-baik tata cara sholat tasbih dua dan empat rakaat secara lengkap melalui paparan berikut.

Mengutip dari buku 'Tuntunan Shalat Lengkap dan Benar' dijelaskan mengenai pengertian sholat tasbih. Disebutkan bahwa sholat tasbih adalah sholat yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW minimal dilaksanakan sekali dalam seumur hidup. Dijuluki sebagai sholat tasbih karena pada pelaksanaannya diperbanyak bacaan tasbih. [1]

Lebih lanjut dijelaskan dalam laman resmi Nahdlatul Ulama bahwa sholat tasbih merupakan amalan sunnah yang dapat dikerjakan oleh seorang muslim di malam Nisfu Syaban. Disampaikan bahwa sholat tasbih diajarkan Rasulullah SAW kepada pamannya yang bernama Sayyidina Abbas r.a. sebagai ibadah untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. [2]

Mengingat malam Nisfu Syaban merupakan waktu yang mulia untuk mendapatkan pengampunan dari Allah SWT, seorang muslim dapat mengerjakan berbagai amalan baik, salah satunya dengan menunaikan sholat tasbih.

Lantas seperti apa tata cara sholat tasbih? Agar memiliki panduan dalam mengerjakannya, mari simak baik-baik uraian tata cara sholat tasbih dan waktu pengerjaannya melalui artikel di bawah ini.

Masih merujuk dari buku sebelumnya, disampaikan bahwa sholat tasbih dapat dikerjakan pada malam hari maupun siang hari. Seorang muslim dapat mengerjakannya sebanyak empat rakaat. [1]

Lebih lanjut, masih dikutip dari laman Nahdlatul Ulama bahwa sebagian kalangan ulama menyebut sholat tasbih lebih utama dikerjakan pada malam Nisfu Syaban. Jumlah rakaat sholat tasbih juga dianjurkan sebanyak empat rakaat. Lalu aturan menunaikannya adalah empat rakaat dengan dua kali salam di malam hari, sedangkan di siang hari empat rakaat sekali salam atau dua rakaat sekali salam. [2]

Tata Cara Sholat Tasbih

Sejatinya, tata cara sholat tasbih sama seperti sholat sunnah pada umumnya. Hal yang membedakan adalah terdapat tambahan bacaan tasbih yang dilafalkan pada jumlah tertentu. Adapun bacaan tasbih yang dimaksud adalah sebagai berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

"Subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar." [1,3]

Tata Cara Sholat Tasbih Dua dan Empat Rakaat

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa sholat tasbih dapat dikerjakan empat rakaat dengan masing-masing dua rakaat sekali salam di malam hari atau dua rakaat sekali salam di siang hari. Lantas bagaimana tata cara mengerjakannya? Terkait hal ini, telah disampaikan oleh Ibnu Hajar Al-Haitami melalui kitabnya Al-Minhâjul Qawîm. Dijelaskan bahwa:

و صلاة التسبيح وهي أربع ركعات يقول في كل ركعة بعد الفاتحة والسورة: سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر، زاد في الإحياء: ولا حول ولا قوة إلا بالله خمس عشرة مرة وفي كل من الركوع والاعتدال وكل من السجدتين والجلوس بينهما والجلوس بعد رفعه من السجدة الثانية في كل عشرة فذلك خمس وسبعون مرة في كل ركعة

Artinya: "Dan (termasuk sholat sunnah) adalah sholat tasbih, yaitu sholat empat rakaat di mana dalam setiap rakaatnya setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya membaca kalimat 'subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar'-di dalam kitab Ihyâ ditambahi 'wa lâ haulâ wa lâ quwwata illâ billâh'-sebanyak 15 kali, dan pada tiap-tiap rukuk, itidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan duduk setelah sujud yang kedua masing-masing membaca (kalimat tersebut) sebanyak 10 kali. Maka itu semua berjumlah 75 kali dalam setiap satu rakaat" (Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhâjul Qawîm,)

Tidak ada komentar: