Dalam suatu riwayat ada perempuan menghadap Nabi SAW dan berkata: “Wahai Rasululloh, aku ini utusan kaum wanita untuk menanyakan masalah jihad yang hanya diwajibkan kepada kaum laki-laki. Kalau mereka terluka mendapatkan pahala. Kalau mereka terbunuh, mereka hidup disisi Tuhannya seraya memperoleh rizki, padahal kami golongan Wanita ini selalu membantu mereka menyiapkan kebutuhan yang diperlukan. Namun apakah kami juga memperoleh pahala berjihad seperti yang diberikan pada mereka.
Rasulullah SAW Bersabda: “sampaikan kepada kaum wanita yang kamu temui bahwa, mentaati suami dan memenuhi hak-haknya maka telah menyamai pahala berjihad. Tetapi kebanyakan wanita enggan melaksanakannya. ” (Diriwayat kan oleh Bazzar dan Thabrani).
Dalam Firman Allah S.W.T Surat An-Nisa’ ayat ke 32
Artinya: “Bagi laki-laki, apa yang mereka usahakan itu, terdapat bagian untuk wanita.”
Yang dimaksud di sini adalah pahala jihad yang diberikan Allah S.W.T kepada kaum lelaki ada bagian untuk kaum wanita jika mereka memelihara kemaluannya dan mentaati Allah S.W.T serta mentaati suaminya.
TAAT PADA SUAMI ITU yang paling Utama SEPERTI BERIKUT INI,
Melayani suami dengan ikhlas di ranjang. Karena ia akan meneguhkan IMAN dan akan terhindar dari ZINA.
Nabi Muhammad SAW bersabda, 'Jika salah seorang dari kalian terpikat wanita lain dan menimbulkan gejolak dalam hatinya, segeralah ia menumpahkan hasratnya pada istrinya. Karena yang demikian itu dapat menenteramkan gejolak hatinya (terhindar dari ZINA).'" (Shahih Muslim).
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
“Jika seorang suami mengajak istrinya ke atas ranjangnya tetapi ia tidak mematuhinya, maka para Malaikat akan melaknatnya sampai pagi.”
Asy-Syaikhani meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
“Jika seorang wanita tidur dengan meninggalkan tempat tidur suaminya, maka para Malaikat melaknatnya sampai pagi.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Hubungan badan antara kalian dengan isteri adalah sedekah. Para sahabat bertanya ‘Wahai Rasulullah, apakah kami mendatangi istri kami dengan syahwat itu mendapatkan pahala?’ Beliau menjawab: ‘Bukankah jika kalian bersetubuh pada yang haram, kalian mendapatkan dosa. Maka jika kalian bersetubuh pada yang halal, tentu akan mendapatkan pahala’.” (HR. Muslim)
Semoga para istri dapat masuk surga melalui pintu mana saja, aamiin ya rabbal 'aalamiin.
Allahumma shalli ala sayyidina muhammadinil fatihi lima ukhliqo wal khatimi lima sabaq nashiril Haqqa bil haqqi wal hadii shirathalmustaqiim wa ala aalihi Haqqa kadrihi wamiqdarihil adziim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar