Laqadja akum rasulum


web stats

Kamis, 13 Juni 2024

Wanita-Wanita Penghuni Neraka

Wanita-Wanita Penghuni Neraka

Sebagian besar penghuni neraka adalah kaum wanita. Kenapa? Karena biasanya seorang wanira ketika sedang marah ia lupa berterirnakasih kepada suaminya. Ia lupa pada semua kebaikan suaminya. Yang ada di benaknya hanyalah tindakan suami yang tidak mengenakkan hatinya.

Karena itu Nabi Saw mengingatkan dalam sabdanya.

وَقمْتُ عَلَى بَابِ النَّارِ، فَإِذَا عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا النِّسَاءُ

Artinya: “Saya (Rasulullah Saw) berdiri di depan pintu neraka. Kebanyakan orang yang masuk neraka adalah perempuan.”

Hadits tersebut hanya sebagai anjuran bagi para perempuan untuk menjaga agamanya agar terhindar dari api neraka.

Rasulullah Saw bersabda kepada para Sahabiyah  (sahabat perempuan):

قَالَ: يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فَإِنِّي أُرِيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أّهْلِ النَّارِ فَقُلنَ: وَبِمَ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: تُكْثِرْنَ اللِّعَنَ، وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ

Artinya: “Rasulullah Saw bersabda: ‘Wahai para perempuan sekalian bersedekahlah! Karena sesungguhnya aku diperlihatkan bahwa mayoritas penghuni neraka adalah kalian (kaum perempuan).’ Kemudian para perempuan itu bertanya: ‘Mengapa ya Rasulullah?’ Rasul pun menjawab: Kalian sering melaknat dan berbuat kufur kepada suami.”

kufur kepada suami adalah mengingkari nikmat yang telah diberikan oleh suami dan meninggalkan kebaikan yang telah dilakukan sehingga menjadikan istri tersebut tidak taat.

Hal ini mengingat kewajiban istri untuk taat kepada suami adalah sebuah keniscayaan. Sebagaimana disabdakan Rasulullah Saw:

لَوْ أَمَرْتُ أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ المَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

Artinya, “Jika saya (diperbolehkan) memerintah seseorang untuk bersujud kepada orang lain, maka saya akan memerintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya.”

Dalam Faidul Bari dijelaskan bahwa hadits terkait penghuni neraka tersebut muncul karena para perempuan jahiliyah sering melaknat dan mengkufuri suaminya. 

Yang diinginkan Rasul dalam hadits tersebut adalah agar perempuan umat Rasul tidak meniru perilaku perempuan jahiliyah, yakni suka melaknat dan mengkufuri suaminya.

Jika para perempuan zaman sekarang masih tetap  melaknat dan mengingkari kenikmatan dan kebaikan yang telah diberikan suaminya, maka hukum Allah berupa neraka adalah sebuah keniscayaan. 


Tidak ada komentar: