Empat Hal yang Dipertanggungjawabkan di Padang Mahsyar
Alhamdulillah, Assalamualaika Yâ Sayyidi ya Rasulallah,
Hari Kiamat adalah kepastian yang tidak dapat dihindari. Setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas amalnya selama di dunia. Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat, sampai ia ditanya tentang empat hal: tentang umurnya, untuk apa ia habiskan; tentang ilmunya, bagaimana ia amalkan; tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan; serta tentang tubuhnya, untuk apa ia gunakan."
(HR. Tirmidzi, no. 2417)
Secara rinci empat perkara itu sbb:
1. Tentang Umur (Usia)
Pertama, kita akan ditanya bagaimana kita memanfaatkan usia yang Allah berikan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mu'minun ayat 115:
"Afahasibtum annamaa khalaqnaakum 'abathan wa annakum ilaynaa laa turja'uun."
(“Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?)”
Waktu adalah amanah besar. Jangan sia-siakan. Nabi SAW juga bersabda:
"Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan masa hidupmu sebelum matimu."
(HR. Hakim dan Baihaqi)
2. Tentang Ilmu
Setiap ilmu yang kita miliki akan dimintai pertanggungjawaban, terutama ilmu agama. Apakah ilmu itu diamalkan atau sekadar disimpan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 2:
"Dzaalikal kitaabu laa raiba fiihi hudal lil muttaqiin."
(Kitab Al-Qur'an ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.”
Orang yang berilmu tetapi tidak mengamalkan ilmunya diibaratkan seperti keledai yang membawa kitab (QS. Al-Jumu’ah: 5). Rasulullah SAW juga bersabda:
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya."
(HR. Bukhari, no. 5027)
3. Tentang Harta
Harta yang kita miliki akan ditanya dari dua sisi: dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 267:
"Yaa ayyuhal ladziina aamanuu anfiqoo min thayyibaati maa kasabtum wa mimmaa akhrajnaa lakum minal ardhi."
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu.”
Rasulullah SAW juga memperingatkan:
"Barang siapa memperoleh harta dari jalan yang haram, kemudian ia bersedekah, maka sedekahnya tidak diterima."
(HR. Ahmad, no. 20742)
4. Tentang Tubuh (Kesehatan dan Kekuatan)
Tubuh kita adalah amanah. Setiap anggota tubuh akan menjadi saksi di hadapan Allah. Dalam Surah Yasin ayat 65, Allah berfirman:
"Al-yawma nakhtimu 'alaa afwaahihim wa tukallimunaa aydiihim wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuun."
Artinya: “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berbicara kepada Kami, dan kaki mereka akan memberikan kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”
Gunakan tubuh untuk ibadah dan amal kebaikan. Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya badanmu memiliki hak atasmu."
(HR. Bukhari, no. 5199)
Penutup:
Hadirin yang dirahmati Allah,
Keempat perkara ini—umur, ilmu, harta, dan tubuh—adalah nikmat yang akan dimintai pertanggungjawaban. Mari kita jadikan setiap nikmat ini sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Semoga Allah memudahkan kita untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan baik di hadapan-Nya.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar