Laqadja akum rasulum


web stats

Sabtu, 07 Desember 2024

Pelaku Maksiat Akan Dicabut Nikmat Ibadahnya

Pelaku Maksiat Akan Dicabut Nikmat Ibadahnya

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah, sholallahu ala Muhammad.

Ketahuilah bahwa setiap perbuatan maksiat akan mencabut nikmat ibadah dari seorang hamba.

Allah SWT berfirman:
"Wa maa ashaabakum min musibatin fabimaa kasabat aydiikum wa ya’fuu 'an katsiir."
(“Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah akibat perbuatan tanganmu sendiri; dan Allah memaafkan banyak dari kesalahan-kesalahanmu.”)
(QS. Asy-Syura: 30)

Perbuatan maksiat adalah penyebab utama hilangnya keberkahan hidup dan kebahagiaan hati. Salah satu bentuk keberkahan yang hilang adalah nikmat ibadah. Jika seorang hamba tenggelam dalam dosa, ia akan merasakan hatinya menjadi keras, malas dalam beribadah, dan kehilangan kenikmatan saat mendekat kepada Allah.

Rasulullah bersabda:
"Izaa dzakara 'abdi dzunubahu fa-ankasarat qalbuhu fa-inni ataitu rahmatahu."
(“Jika hamba-Ku mengingat dosa-dosanya hingga hatinya hancur karena penyesalan, maka Aku akan limpahkan rahmat-Ku kepadanya.”)
(HR. Ahmad)

Namun, jika seorang hamba terus berbuat maksiat tanpa bertaubat, ia akan semakin jauh dari Allah SWT, bahkan Allah akan mencabut taufik dan hidayah darinya. Rasulullah  juga memperingatkan:
"Idzaa fa'ala al-‘abdu dzanban nukkita fi qalbihi nuktaatun sawdaa’."
(“Ketika seorang hamba melakukan dosa, maka akan muncul titik hitam di hatinya.”)
(HR. At-Tirmidzi)

Nikmat ibadah adalah  anugerah terbesar dari Allah SWT. Bayangkan jika nikmat itu dicabut:

1. Kita tidak lagi merasakan khusyuk dalam shalat.

2. Bacaan Al-Qur'an terasa hambar.

3. Hati menjadi gelisah, dan hidup kehilangan arah.

Sungguh, itu adalah bentuk hukuman dari maksiat yang kita lakukan.

Allah SWT berfirman:
"Falammaa zaaghuu azaaghallahu quluubahum."
(“Ketika mereka berpaling, maka Allah memalingkan hati mereka.”)(QS. Ash-Shaff: 5)

Oleh karena itu, wahai saudara-saudaraku, marilah kita segera bertaubat dari segala bentuk dosa dan maksiat. Jangan biarkan nikmat ibadah yang selama ini kita rasakan hilang begitu saja.

Nabi Muhammad bersabda:
"Kullu bani Aadam khath-thaa’, wa khairul khath-thaa’iina at-tawwaabuun."
(“Setiap anak Adam pasti berbuat dosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.”)
(HR. At-Tirmidzi)

Semoga kita semua senantiasa diberikan kekuatan untuk menjauhi maksiat, menjaga hati, dan selalu merasakan nikmatnya ibadah, aamiin yra Shalallahu ala Muhammad.



Tidak ada komentar: