Penyeru Kebaikan tetapi Dia Tidak Melakukannya akan Dilempar ke Neraka (karena munafik)
1. Ayat Al-Qur'an terkait siksa orang yang menyuruh kebaikan tetapi tidak melakukannya:
"A-ta'murūna an-nāsa bil-birri wa tansauna anfusakum wa antum tatlūnal-kitāba afalā ta'qilūn"
(QS. Al-Baqarah: 44)
Artinya:
"Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?"
Penjelasan:
Ayat ini mengecam perilaku orang-orang yang menyuruh orang lain berbuat kebaikan, tetapi mereka sendiri tidak melaksanakannya. Dalam konteks ini, mereka termasuk orang yang tidak konsisten dan melanggar apa yang diajarkan. Allah mengingatkan bahwa perbuatan ini adalah sifat tercela.
2. Hadis terkait orang yang tidak mengamalkan apa yang diajarkan:
Dari Usamah bin Zaid, Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Yu'tā bir-rajuli yaumal-qiyāmati fa tulqa fīl-nāri aqbālahu fatadūru ka-dauril-himāri fi yaṭāḥinihā fayajtami'u ahlun-nāri fayaqūlūna ayā fulān mā laka? alam takun ta'murunā bil-ma'rūfi wa tanhānā 'anil-munkar? fayaqūlu bal kuntu āmurukum bil-ma'rūfi wa lā ātīh wa anhākum 'anil-munkari wa ātīh" (HR. Bukhari, no. 3267; Muslim, no. 2989).
Artinya:
"Pada hari kiamat, seseorang akan didatangkan dan dilemparkan ke neraka, lalu ususnya akan keluar sehingga ia berputar-putar seperti keledai yang berputar di penggilingan. Penghuni neraka berkumpul di sekelilingnya dan bertanya, 'Wahai fulan, apa yang terjadi padamu? Bukankah kamu dahulu menyuruh kami berbuat baik dan melarang kami dari kemungkaran?' Ia menjawab, 'Ya, aku dahulu menyuruh kalian berbuat baik, tetapi aku sendiri tidak melakukannya; dan aku melarang kalian dari kemungkaran, tetapi aku sendiri melakukannya.’”
Penjelasan:
Hadis ini menggambarkan betapa besarnya azab bagi orang yang tidak konsisten antara perkataan dan perbuatannya. Azab tersebut berupa siksaan di neraka dalam bentuk yang sangat menghinakan.
3. Ayat terkait sifat munafik:
"Kabura maqtan 'indallāhi an taqūlū mā lā taf'alūn"
(QS. Ash-Shaff: 3)
Artinya:
"Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan."
Penjelasan:
Ayat ini menunjukkan sifat orang munafik, yaitu berkata sesuatu tetapi tidak melaksanakannya. Perbuatan ini sangat dibenci oleh Allah, karena menunjukkan ketidakjujuran dalam amal dan keimanan.
---
Kesimpulan:
Orang yang menyuruh kepada kebaikan tetapi tidak melakukannya:
1. Akan menghadapi kecaman keras dari Allah sebagaimana dalam QS. Al-Baqarah: 44.
2. Akan mendapatkan azab yang berat di akhirat seperti yang dijelaskan dalam hadis.
3. Sifat ini termasuk ciri-ciri kemunafikan, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Ash-Shaff: 3.
Untuk itu, Islam menekankan agar setiap Muslim senantiasa berusaha menjadi teladan yang baik dalam amal perbuatannya. Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa menyuruh kebaikan harus disertai dengan pelaksanaannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar