Hadis Sahih, Syafaat Rasulullah, kecintaan para sahabat kepada beliau, dan keistimewaan umat beliau
Tentang Syafaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
“Aku diberi izin untuk memberi syafaat, maka aku akan memberi syafaat kepada umatku…”
(Shahih Bukhari, no. 7439; Shahih Muslim, no. 194)
"Aku adalah yang pertama memberi syafaat dan yang pertama dikabulkan syafaatnya."
Makna: Rasulullah adalah pemilik syafaat kubra (syafaat agung) di hari kiamat.
“Syafaatku bagi umatku adalah untuk pelaku dosa besar dari mereka.”
(Sunan Abu Dawud no. 4739, dinilai hasan sahih oleh al-Albani)
شَفَاعَتِي لِأَهْلِ الْكَبَائِرِ مِنْ أُمَّتِي
"Syafaatku adalah untuk orang-orang berdosa besar dari umatku."
Makna: Syafaat Nabi tidak hanya untuk orang saleh, tetapi juga memberi harapan besar bagi umat yang berdosa tapi bertobat.
Tentang Kecintaan Para Sahabat kepada Nabi
“Tidak ada seorang pun yang lebih aku cintai selain Rasulullah.”
(HR. Bukhari no. 3662 – dari Umar bin Khattab)
Umar berkata, "Wahai Rasulullah, aku mencintaimu lebih dari segala sesuatu kecuali diriku sendiri."
Nabi bersabda: "Tidak (sempurna iman seseorang), sampai aku lebih dia cintai daripada dirinya sendiri."
Umar berkata: "Sekarang, demi Allah, engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri."
Nabi bersabda: "Sekarang wahai Umar, (barulah sempurna imanmu)."
Makna: Cinta kepada Rasulullah adalah bagian dari kesempurnaan iman.
Para sahabat biasa mengambil air wudunya (Nabi), hingga hampir mereka saling berebut."
(Shahih Bukhari no. 2731)
Diriwayatkan bahwa para sahabat jika Nabi berwudhu, mereka menangkap tetesan air wudhunya dan mengusapkannya ke wajah.
Makna: Kecintaan mereka sangat besar, penuh takzim dan hormat, bahkan terhadap air bekas beliau.
Tentang Keistimewaan Umat Nabi Muhammad
“Kalian adalah penyempurna tujuh puluh umat. Kalian adalah yang terbaik dan termulia di sisi Allah.”
(Sunan Tirmidzi no. 3001, dinilai hasan oleh al-Albani)
أَنْتُمْ تُوفُونَ سَبْعِينَ أُمَّةً أَنْتُمْ خَيْرُهَا وَأَكْرَمُهَا عَلَى اللَّهِ
"Kalian menyempurnakan tujuh puluh umat (yang terdahulu). Kalian adalah umat yang terbaik dan paling mulia di sisi Allah."
“Umatku akan masuk surga tanpa hisab sebanyak tujuh puluh ribu orang...”
(Shahih Bukhari dan Muslim)
"Akan masuk surga dari umatku sebanyak tujuh puluh ribu orang tanpa hisab, bersama wajah mereka yang bercahaya seperti rembulan..."
Makna: Keistimewaan luar biasa bagi umat Muhammad karena kemuliaan Nabi mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar