Laqadja akum rasulum


web stats

Jumat, 01 Agustus 2025

JALAN SUNYI MENUJU SURGA

JALAN SUNYI MENUJU SURGA

Setiap kali aku mengucap,
“Shallallahu ‘ala Muhammad…”,
ada desir halus di dada.
Bukan sekadar dzikir—ia seperti doa yang terbang ke langit,
lalu kembali sebagai rahmat yang menyejukkan bumi.

Suatu malam aku termenung,
"Tuhanku... bolehkah shalawat ini kuhibahkan untuk umat Muhammad yang masih hidup, dan mereka yang ada dalam kubur?"

Ayat itu menggema di hatiku:

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi..."(QS. Al-Ahzab: 56)

Bershalawat bukan hanya ibadah,
ia adalah gema cinta dari langit,
yang tak boleh berhenti hanya untuk diri sendiri.

Kini, setiap selesai salat aku berdoa:
"Ya Allah… shalawat ini kuhibahkan untuk Nabi Muhammad dan umatnya yang hidup maupun wafat.

Karena aku tahu...
mungkin suatu hari, saat aku sendirian di alam kubur,
ada juga yang membaca shalawat—dan mengirimkannya untukku.

Semoga kita selalu mendapatkan cahaya Allah menuju surga nan indah, aamiin ya rabbal alamin, assalamualaika ya muhammad ya sayyidi ya rasulullah. 

Tidak ada komentar: