KETIKA AKU MENEMUKAN KALIMAT SURGA
Dulu aku sering mengeluh.
Setiap ujian terasa seperti gunung, setiap masalah bagai lautan yang menenggelamkan.
Aku berlari mencari kekuatan—
pada uang, pada jabatan, pada manusia. Tapi semua itu rapuh,
seperti debu ditiup angin.
Hingga suatu malam,
di tengah sepi dan air mata yang pecah di sajadah, aku mengucapkan kalimat itu—
“Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.”
Tidak ada daya, tidak ada kekuatan, kecuali hanya dengan Allah.
Entah mengapa, dada yang sesak itu terasa lapang.
Langkah yang goyah kembali tegak. Masalahku tidak hilang seketika, tapi hatiku berubah:
DARI RESAH MENJADI TENANG,
DARI PUTUS ASA MENJADI PENUH HARAPAN.
Dan yang paling indah,
aku tahu setiap kali kalimat ini terucap,
Allah sangat bahagia.
Bahagia karena hamba-Nya sadar, bahwa semua kekuatan bukan dari dirinya,
tapi dari DIA Yang Maha Berkuasa.
Kini setiap kali dunia mengguncang, aku kembali pada kalimat itu.
Karena sesungguhnya,
hidup ini bukan tentang seberapa kuat kita, tapi seberapa ikhlas kita bersandar pada-Nya.
“Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.”
Kekuatan sejati hanya milik Allah,
dan Allah ridha pada hamba yang mengakuinya.
Rasulullah saw bersabda:
“Ucapkanlah Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh, karena ia merupakan salah satu harta simpanan surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain:
“Kalimat Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh adalah salah satu pintu surga.” (HR. Ahmad)
Kalimat ini mengandung pengakuan bahwa kita tidak punya daya untuk meninggalkan maksiat dan tidak punya kekuatan untuk taat kecuali dengan pertolongan Allah. Inilah bentuk tawakal dan kerendahan hati tertinggi.
Ketika seseorang mengucapkannya, Allah mencatatnya sebagai dzikir yang sangat agung, karena ia menunjukkan hati yang sepenuhnya bergantung kepada-Nya. Bahkan, dalam beberapa riwayat disebutkan, Allah menyukai kalimat ini dan ridha kepada hamba yang mengucapkannya dengan tulus.
In syaa Alloh, kita semua selalu diberikan kekuatan dan keteguhan iman dalam menapaki kehidupan ini, aamiin ya rabbal alamin, jazallahu anna muhammad saw bima huwa ahluh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar