Laqadja akum rasulum


web stats

Senin, 25 Agustus 2025

Beban yang Menyalakan Cahaya

Beban yang Menyalakan Cahaya

Kami ini guru.
Kalau kami beban, maka kami adalah beban yang menyalakan cahaya.
Kami beban yang mengangkat negeri dari gelapnya kebodohan.
Kami beban yang membuat manusia mengenal huruf dan angka—
hingga engkau, yang kini mengatur anggaran, bisa membaca laporan dan menghitung triliunan rupiah.

Tanpa guru, siapa yang mengajarkanmu menulis namamu?
Siapa yang pertama kali mengajarkanmu bahwa 1 + 1 = 2,
sebelum engkau mengenal kata “APBN” dan “defisit”?
Jangan sebut kami beban, karena dari tangan guru lahirlah semua profesi:
dokter, insinyur, pejabat, bahkan menteri yang kini berbicara.

Kami tidak marah.
Kami hanya tersenyum—
karena kami tahu, yang menganggap ilmu sebagai angka semata,
lupa bahwa ilmu tak pernah punya harga.
Kami tetap mengajar dengan cinta,
sebab kami tahu, pahala kami bukan ditentukan oleh kata manusia,
tapi oleh Allah Yang Maha Menghargai.

Untuk semua guru, jangan patah semangat!
Tetaplah menjadi pelita di tengah gelapnya dunia.
Sebab jika suatu hari sejarah ditulis ulang,
akan selalu ada nama kita di balik setiap kesuksesan mereka.
Kita bukan beban. Kita adalah fondasi peradaban.

Tidak ada komentar: