Maaf nga adik sanak gegale, aku njawab postingan Kkd Malkat, yang kupandang perlu diluruskan.
“Meluruskan Mindset:
Hemat Itu Benar, Bukan Salah”
Kandaku,
Ada pepatah lama yang kita kenal: “Hemat pangkal kaya.”
Pepatah ini tidak salah, karena hemat adalah sikap bijak yang diajarkan Rasulullah saw.
Dalam Islam, ada istilah al-iqtisad—sikap pertengahan.
Hemat bukan berarti pelit, dan hemat bukan lawan dari sedekah.
Jangan kita SALAH KAPRAH dengan menyebut “hemat pangkal kaya salah” atau mengganti dengan “boros pangkal kaya.”
Sebab boros adalah sifat tercela yang dilarang Allah.
Firman-Nya:
“Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara setan.” (QS. Al-Isra’: 27)
Yang benar adalah ini:
“Dermawan pangkal berkah.”
Kaya sejati bukan karena menimbun,
Juga bukan karena boros,
Tetapi karena hati yang lapang untuk memberi.
Sedekah itu mulia. Infak itu ibadah.
Namun jangan kita mengajak orang bersedekah dengan MENJELEKKAN NILAI HEMAT,
Karena hemat itu tetap dianjurkan dalam Islam,
Sedangkan boros adalah dosa.
Kalau ingin mengajak orang berinfak, mari kita dasarkan pada janji Allah:
“Apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya.” (QS. Saba’: 39)
Dan sabda Rasulullah saw:
“Sedekah tidak mengurangi harta.”
Itulah ajaran Islam yang seimbang:
HIDUP SEDERHANA, TIDAK BOROS, TIDAK PELIT,
DAN SELALU SIAP MEMBERI KARENA ALLAH..
Jadi, BUKAN HEMAT YANG SALAH,
YANG SALAH ADALAH KIKIR.
DAN YANG TERCELA ADALAH BOROS.
Mari kita sedekah dengan niat ikhlas,
Bukan dengan slogan yang menyesatkan makna. Shalallahu alaa muhammad.
Ini postingan kkd Malkat di Facebook
Rubah Mainsed, Instal Cara Baru
Waktu kecil kita diajarin, ilmu: Hemat pangkal kaya. Ternyata, cara ini salah!
Lah, kok, salah? Ya, salah! Analoginya, menabung di bank. Menabung dulu baru kita bisa menarik uang di bank. Artinya, kita isi dulu uang tabungannya baru bisa ditarik. Tanpa ini tidaklah mungkin kita bisa mengabil uang di bank.
Berikut, kutipan dari seorang non muslim, Robert T. Kyosaki, berkata: Bila Anda kekurangan, belajar-lah memberi!
Dalam konteks sedekah, infaq, kata "memberi" identik dengan mengisi buku tabungan kita di bank. Semakin sering kita berinfaq dan sedekah semakin besar isi tabungan kita. Pd suatu saat nanti uangnya dpt lebih bermanfaat dunia-akhirat.
Maka, rubah mainsed 'hemat pangkal kaya' (ini salah) dan mulailah instal cara baru "boros pangkal kaya' maksydnya, jangan pelit utk bersedekah karena Allah Maha Kaya!
Panitia Pembangunan Masjid Al Ikhsan Lawang Agung
Rekening Nomor: Bank BRI 0150-01-026563-53-0
Tidak ada komentar:
Posting Komentar