Laqadja akum rasulum


web stats

Senin, 01 September 2025

AL-KAHFI AYAT 1–10 DAN 11–15

AL-KAHFI AYAT 1–10 DAN 11–15

Ayat 1–10

1.
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبۡدِهِ ٱلۡكِتَٰبَ وَلَمۡ يَجۡعَل لَّهُۥ عِوَجٗا
Al-ḥamdu lillāhil-ladzī anzala 'alā 'abdihil-kitāba wa lam yaj‘al lahu 'iwajā
Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok (menyimpang).

2.
قَيِّمٗا لِّيُنذِرَ بَأۡسٗا شَدِيدٗا مِّن لَّدُنۡهُ وَيُبَشِّرَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمۡ أَجۡرًا حَسَنٗا
Qayyiman liyundzira ba’san syadīdan mil ladunhu wa yubasysyiral-mu’minīnal-ladzīna ya‘malūnas-shāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā
(Al-Qur'an itu) sebagai kitab yang lurus, untuk memperingatkan azab yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik.

3.
مَّٰكِثِينَ فِيهِ أَبَدٗا
Mākitsīna fīhi abadā
Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

4.
وَيُنذِرَ ٱلَّذِينَ قَالُواْ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدٗا
Wa yundzira alladzīna qāluttakhadzallāhu waladā
Dan untuk memperingatkan orang-orang yang berkata, "Allah mengambil seorang anak."

5.
مَّا لَهُم بِهِۦ مِنۡ عِلۡمٖ وَلَا لِأٓبَآئِهِمۡۚ كَبُرَتۡ كَلِمَةٗ تَخۡرُجُ مِنۡ أَفۡوَٰهِهِمۡۚ إِن يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبٗا
Mā lahum bihī min 'ilmin wa lā li-ābā'ihim kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim in yaqūlūna illā kadzibā
Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka. Mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.

6.
فَلَعَلَّكَ بَٰخِعٞ نَّفۡسَكَ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمۡ إِن لَّمۡ يُؤۡمِنُواْ بِهَٰذَا ٱلۡحَدِيثِ أَسَفًا
Fala‘allaka bākhi‘un nafsaka 'alā ātsārihim illam yu’minū bihādzal-ḥadītsi asafā
Maka boleh jadi engkau (Muhammad) akan membinasakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an).

7.
إِنَّا جَعَلۡنَا مَا عَلَى ٱلۡأَرۡضِ زِينَةٗ لَّهَا لِنَبۡلُوَهُمۡ أَيُّهُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗا
Innâ ja‘alnâ mā ‘alal-ardhi zīnata lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu ‘amalā
Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapa di antara mereka yang terbaik perbuatannya.

8.
وَإِنَّا لَجَٰعِلُونَ مَا عَلَيۡهَا صَعِيدٗا جُرُزًا
Wa innā la jā‘ilūna mā ‘alaiha sha‘īdan juruzā
Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah tandus lagi kering.

9.
أَمۡ حَسِبۡتَ أَنَّ أَصۡحَٰبَ ٱلۡكَهۡفِ وَٱلرَّقِيمِ كَانُواْ مِنۡ ءَايَٰتِنَا عَجَبًا
Am ḥasibta anna aṣḥābal-kahfi war-raqīmi kānū min āyātinā 'ajabā
Atau apakah kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang menakjubkan?

10.
إِذۡ أَوَى ٱلۡفِتۡيَةُ إِلَى ٱلۡكَهۡفِ فَقَالُواْ رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةٗ وَهَيِّئۡ لَنَا مِنۡ أَمۡرِنَا رَشَدٗا
Idz awa al-fit-yatu ilal-kahfi faqālū rabbanā ātinā min ladunka raḥmatan wa haiyi’ lanā min amrinā rasyadā
(Yaitu) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, "Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami."


Ayat 11–15

11.
فَضَرَبۡنَا عَلَىٰٓ ءَاذَانِهِمۡ فِي ٱلۡكَهۡفِ سِنِينَ عَدَدٗا
Fa ḍarabnā 'alā ādzānihim fil-kahfi sinīna 'adadā
Maka Kami tutup telinga mereka di dalam gua itu beberapa tahun yang banyak.

12.
ثُمَّ بَعَثۡنَٰهُمۡ لِنَعۡلَمَ أَيُّ ٱلۡحِزۡبَيۡنِ أَحۡصَىٰ لِمَا لَبِثُوٓاْ أَمَدٗا
Ṡumma ba‘aṡnāhum lina‘lama ayyul-ḥizbayni aḥṣā limā labitsū amadā
Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat menghitung berapa lama mereka tinggal (dalam gua itu).

13.
نَحۡنُ نَقُصُّ عَلَيۡكَ نَبَأَهُم بِٱلۡحَقِّۚ إِنَّهُمۡ فِتۡيَةٌ ءَامَنُواْ بِرَبِّهِمۡ وَزِدۡنَٰهُمۡ هُدٗى
Naḥnu naquṣṣu ‘alaika naba’ahum bil-ḥaqqi innahum fityatun āmanū birabbihim wa zidnāhum hudā
Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.

14.
وَرَبَطۡنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ إِذۡ قَامُواْ فَقَالُواْ رَبُّنَا رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ لَن نَّدۡعُوَاْ مِن دُونِهِۦٓ إِلَٰهٗا لَّقَدۡ قُلۡنَآ إِذٗا شَطَطًا
Wa rabaṭnā ‘alā qulūbihim idz qāmū faqālū rabbunā rabbus-samāwāti wal-arḍi lan nad‘uwa min dūnihi ilāhan laqad qulna idzan shaṭaṭā
Dan Kami teguhkan hati mereka ketika mereka berdiri lalu mereka berkata, "Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami tidak akan menyeru Tuhan selain Dia, karena kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang sangat jauh dari kebenaran."

15.
هَٰٓؤُلَآءِ قَوۡمُنَا ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةٗۖ لَّوۡلَا يَأۡتُونَ عَلَيۡهِم بِسُلۡطَٰنِۢ بَيِّنٖۖ فَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبٗا
Hā’ulā’i qawmunattakhadzū min dūnihi ālihatā law lā ya’tūna ‘alaihim bisulṭānin bayyin faman aẓlamu mimmanif’tarā ‘alallāhi kadzibā
Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang jelas (tentang kepercayaan mereka)? Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah?



Tidak ada komentar: