Laqadja akum rasulum


web stats

Senin, 01 September 2025

HAKEKAT BACAAN TAHIYYAT DALAM SHOLAT


HAKEKAT BACAAN TAHIYYAT DALAM SHOLAT
                                                                 
Ketahuilah bahwa pada hakekatnya bacaan tahiyyat dalam sholat adalah merupakan dialog antara اَللّهُ ﷻ dan  RasuLuLLoh ﷺ saat beliau Isro' Mi'raj. 

Dikisahkan bahwa pada malam RasuLuLLoh ﷺ di Isro dan Mi:raj kan Jibril mengantarkan RasuLuLLoh ﷺ naik ke Sidratul Muntaha, Namun karena Jibril tidak diperkenankan untuk mencapai Sidratul Muntaha, maka Jibril pun mengatakan kepada  RasuLuLLoh ﷺ untuk melanjutkan perjalanannya sendiri tanpa dirinya*_.

"RasuLuLLoh ﷺ kemudian melanjutkan perjalanannya secara perlahan sambil terkagum-kagum melihat indahnya istana اَللّهُ ﷻ hingga tiba di Arsy

Setelah sekian lama menjadi seorang Rasul, inilah pertama kalinya, RasuLuLLoh ﷺ  berhadapan dan berbincang secara langsung dengan اَللّهُ ﷻ. 

Bayangkanlah betapa indah dan luar biasa dahsyatnya moment percakapan antara RasuLuLLoh ﷺ  dengan اَللّهُ ﷻ. 

RasuLuLLoh ﷺ  pun mendekat dan memberi salam penghormatan kepada اَللّهُ ﷻ. 

التحيات المباركات الصلوات الطيبات للله

Attahiyyatul mubarokaatush_ shalawatuth thayyibaatulillah

Artinya :
"Semua ucapan penghormatan, pengagungan dan pujian hanyalah milik ALLAH".

Kemudian اَللّهُ ﷻ menjawab sapaannya :

السلام عليك اليها النبي وبركاته

Assalamu'alaika ayyuhan Nabiyyu warahmatullahi wa barakaatuh

Artinya : "Segala pemeliharaan dan pertolongan ALLAH untukmu Wahai Nabi, 
Begitu pula Rahmat ALLAH dan segala Karunia-Nya".

Mendapatkan jawaban seperti ini, RasuLuLLoh ﷺ, tidak merasa jumawa atau berbesar diri, 
Justru beliau tidak lupa dengan umatnya, 
ini yang membuat kita sangat terharu,
beliau menjawab dengan ucapan :

السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين

Assalaamu 'alaina wa 'alaa 'ibadillahish shalihiin

Artinya : "Semoga perlindungan dan pemeliharaan diberikan Kepada kami dan semua hamba ALLAH yang shalih"

Melihat peristiwa ini, para Malaikat yang menyaksikan dari luar _Sidratul Muntaha_, tergetar dan terkagum-kagum. 
Betapa Rahman dan Rahimnya اَللّهُ ﷻ, betapa mulianya RasuLuLLoh ﷺ 

Kemudian para Malaikat-pun mengucap dengan penuh keyakinan :

اشهد ان لااله الا الله
واشهد ان محمدا عبده ورسوله

Asyhadu Allaa ilaaha illa ALLOH, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa Rasuluhu

Artinya : "Kami bersaksi bahwa tiada TUHAN selain ALLAH, dan kami bersaksi bahwa RasuLuLLoh ﷺ itu adalah Hamba Allah dan Rasul ALLAH"

Jadilah rangkaian percakapan dalam peristiwa ini menjadi suatu bacaan dalam sholat,  yaitu pada posisi _tahiyat Awal dan tahiyat akhir_, yang kita ikuti dengan bacaan shalawat kepada Nabi, sebagai sanjungan seorang individu yang menyayangi umatnya.

 والله اعلم بالصواب  

Pondok Aren
Selasa, 02 September 2025
09 Robiul Awwal 1447 H

Tidak ada komentar: