analogi sederhana dana ke bank
Bayangkan pemerintah seperti orang tua, dan 6 bank itu seperti 6 anak yang usahanya sedang berjalan. Orang tua punya tabungan Rp200 triliun, lalu memutuskan memberi modal besar ke 6 anaknya.
Keuntungan yang mungkin didapat:
- Kalau anak-anak itu rajin, modal dipakai untuk buka usaha baru, memperbesar dagangan, atau mempekerjakan banyak orang. Nanti keuntungan balik lagi ke rumah, semua keluarga ikut sejahtera.
- Dengan modal cukup, anak-anak tidak perlu minjam ke tetangga dengan bunga tinggi. Mereka bisa jual barang lebih murah sehingga banyak tetangga senang dan belanja.
- Rumah besar (negara) jadi lebih tenang karena anak-anaknya punya usaha kuat, tidak gampang jatuh bangkrut.
Risiko yang bisa terjadi:
- Kalau ada anak yang boros atau nakal, modal justru dipakai buat foya-foya, bukan usaha. Akhirnya uang habis, tapi tidak ada hasil.
- Karena tahu orang tua sayang, anak-anak bisa jadi malas berusaha keras, merasa kalau rugi pun nanti tetap akan diselamatkan. Ini namanya moral hazard.
- Sementara itu, anak-anak lain (misalnya tetangga atau saudara jauh = bank kecil dan BPR) tidak dapat bagian modal. Akibatnya kesenjangan makin lebar, hanya 6 anak yang makin kaya.
- Kalau orang tua salah hitung, uang tabungan di rumah jadi menipis. Kalau ada kebutuhan darurat, orang tua bisa kelabakan.
Jadi, intinya dana Rp200 triliun itu bisa jadi berkah kalau anak-anak (bank) benar-benar jujur, disiplin, dan pakai modal untuk usaha produktif. Tapi bisa jadi bencana kalau mereka hanya simpan untuk kepentingan sendiri atau salah urus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar