Cerpen Yumna – Sesi 5,
Tantangan Bersinar
(Doa Ujian Yumna)
Pagi itu, langit cerah, tapi hatiku sedikit gelisah melihat Yumna bersiap untuk ujian pertamanya di pesantren. Ia mengenakan seragam rapi, rambutnya diikat sederhana, namun matanya berbinar campur tegang.
“Datuk, aku takut nanti jawabanku salah,” bisiknya sambil menyesap napas panjang.
Aku tersenyum lembut, meraih tangannya. “Cung, ujian bukan hanya tentang jawaban yang benar atau salah. Ini tentang usaha, ketekunan, dan doa. Ingat, cahaya Allah selalu menyertai hamba-Nya yang sungguh-sungguh berusaha.”
Sebelum berangkat, kami duduk bersila. Aku memimpin doa: Al-Fatihah tujuh kali, lalu “Allahumma faqih fid-din wa ‘allim at-ta’wil” tujuh kali. Lalu kulanjutkan dengan doa khusus ujian: “Rabbishrah li sadri, wayassir li amri, wahlul ‘uqdatan min lisani yafqahu qawli”—Ya Allah, lapangkan dadaku, permudahkan urusanku, dan bukakan lisanku agar mudah memahami dan menjawab soal ujian.
Yumna menirukan pelan, menunduk, wajahnya penuh ketekunan. Aku menepuk punggungnya lembut. “Cung, setiap doa itu seperti lentera yang menuntunmu melalui kegelapan ketakutan dan kebingungan. Semakin tulus, semakin terang jalannya.”
Di perjalanan menuju pesantren, Yumna memegang tasnya erat. Sesekali ia menunduk, mengulang doa dalam hati. Aku melihat ketekunan yang sama seperti kisah Imam Syafi’i kecil, yang selalu belajar dan berdoa meski dalam kondisi sederhana. Dari kesungguhan itulah lahir ilmu yang bermanfaat bagi banyak orang.
Sesampainya di pesantren, aku menatap Yumna. “Ingat, Cung, yang penting bukan hanya hasil ujian. Tapi bagaimana kamu menyiapkan hati dan pikiranmu, dan selalu menyerahkan segala usaha kepada Allah.”
Yumna tersenyum, menatapku dengan mata bercahaya. “Aku janji, Datuk. Aku akan berusaha dan berdoa.”
Aku menatapnya dalam-dalam, terselip rasa haru dan syukur. Betapa indahnya melihat cucuku belajar menghadapi tantangan dengan doa dan keyakinan. Setiap detik yang kami habiskan menanamkan doa sejak kecil kini mulai berbuah, menjadi cahaya yang menuntunnya di jalan yang benar.
Malam nanti, aku yakin, Yumna akan kembali dengan senyum dan rasa syukur, karena cahaya doa selalu menemani langkahnya, bahkan di tengah ujian yang paling sulit sekalipun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar