Laqadja akum rasulum


web stats

Jumat, 12 September 2025

Pada tahun 2024, kontribusi Freeport Indonesia kepada negara mencapai sekitar 4,7 miliar dolar AS, atau kira-kira setara 85 triliun rupiah

Pada tahun 2024, kontribusi Freeport Indonesia kepada negara mencapai sekitar 4,7 miliar dolar AS, atau kira-kira setara 85 triliun rupiah. Angka itu berasal dari berbagai komponen, seperti dividen ke MIND ID, pajak penghasilan badan, pajak karyawan, PPN, royalti, serta bea keluar ekspor. Dari jumlah tersebut, sebagian juga mengalir ke pemerintah daerah di Papua, khususnya Papua Tengah dan kabupaten sekitarnya, yang menerima sekitar 11,5 triliun rupiah. Selain itu, dalam laporan tertentu Freeport juga menyetorkan langsung sekitar 7,7 triliun rupiah ke kas negara melalui pos PNBP.

Pemerintah memperkirakan bahwa dengan kepemilikan saham 51 persen, saat ini negara memperoleh kira-kira 70 persen dari total pendapatan Freeport. Presiden pernah menyebut, jika saham dinaikkan menjadi 61 persen, maka porsi yang masuk ke negara bisa meningkat hingga 80 persen.

Jika angka tahun 2024 dijadikan acuan, maka dengan porsi 70 persen, negara menerima 4,7 miliar dolar AS. Itu berarti total pendapatan Freeport yang dijadikan dasar hitungan sekitar 6,7 miliar dolar AS. Bila porsi negara naik menjadi 80 persen, maka penerimaan negara bisa bertambah menjadi sekitar 5,3 miliar dolar AS, atau lebih dari 95 triliun rupiah. Jadi, tambahan penerimaan negara dari kenaikan 51 persen ke 61 persen saham bisa mencapai kisaran 600 juta dolar AS, atau sekitar 10 triliun rupiah per tahun, dengan catatan kondisi harga komoditas dan produksi tetap stabil.

Angka-angka ini tentu bisa berubah mengikuti fluktuasi harga emas dan tembaga, kapasitas produksi, efisiensi tambang, kurs rupiah, maupun kendala teknis seperti izin ekspor atau gangguan pada smelter.


Tidak ada komentar: