Godaan Syaitan, Nafsu, dan Akal
Puasa mengajarkan kita satu rahasia besar: nafsu itu bisa ditahan dan amarah tidak harus dituruti.
Dan di situlah Ramadhan bekerja untuk menundukkan
nafsu.
Ada orang alim berkata,
“Ketika Ramadhan tiba, aku heran… setan dibelenggu, tapi dosaku tetap datang.”
Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur'an:
“Sesungguhnya nafsu itu benar-benar selalu menyuruh kepada kejahatan.” (Q
Allah SWT juga menegaskan dalam Al-Qur'an:
“Adapun orang yang takut akan kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sungguh surgalah tempat tinggalnya.”
(QS. An-Nazi‘at: 40–41)
Dikisahkan, ketika Allah menciptakan akal, Allah bertanya: “Siapakah engkau?”
Akal menjawab dengan tunduk, “Aku adalah ciptaan-Mu yang taat.”
Lalu Allah memerintahkan,
“Menghadaplah.” Akal menghadap.
“Berpalinglah.” Akal pun berpaling.
Maka Allah berfirman,
“Denganmu Aku memberi pahala, dan denganmu Aku memberi siksa.”
Kemudian Allah menciptakan nafsu. Allah bertanya,
“Siapakah engkau?” Nafsu menjawab dengan sombong,
“Engkau adalah Engkau, dan aku adalah aku.”
Nafsu membangkang,
tak mau tunduk, tak mau taat.
Maka Allah menundukkan nafsu dengan lapar,
dengan haus, dengan ujian (puasa) — hingga akhirnya nafsu berkata, “Engkau adalah Tuhanku.”
Inilah rahasia puasa.
Akal tunduk dengan perintah,
nafsu tunduk dengan lapar atau puasa.
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa adalah perisai.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Perisai dari apa? Dari syaitan,
dan lebih dalam lagi—
dari liarnya hawa nafsu.
Maka Ramadhan bukan sekadar menahan makan dan minum, tetapi latihan menempatkan akal di atas nafsu.
Syaitan boleh dibelenggu,
namun jika nafsu dibiarkan liar,
manusia tetap bisa jatuh ke maksiat.
Pagi ini, mari kita berbisik pada diri sendiri:
“Wahai jiwaku, jika lapar saja kau mampu bertahan,
mengapa amarah dan maksiat tak mampu kau tahan?
Jika haus saja kau sanggup menunggu, mengapa syahwat ingin selalu dituruti?”
Ya Allah, jadikan Ramadhan ini akal memimpin, nafsu menunduk, dan hati kembali lurus menuju-Mu.
Selamat menjemput pagi Ramadhan, bulan agar manusia belajar menjadi tuan atas dirinya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar