Laqadja akum rasulum


web stats

Selasa, 10 Februari 2026

Jangan Masuk Kampus Hanya untuk Pulang Membawa IjazahOleh: Ismilianto

Jangan Masuk Kampus Hanya untuk Pulang Membawa Ijazah
Oleh: Ismilianto

Anak-anakku, para mahasiswa baru…

Hari ini kalian melangkah ke kampus dengan mata berbinar. Orang tua kalian bangga. Keluarga kalian menaruh harapan.
Dan kalian pun membawa mimpi masing-masing.

Tapi izinkan saya berpesan pelan, kampus bukan sekadar tempat mengumpulkan SKS dan menunggu wisuda.

Ada seorang mahasiswa baru, seperti kalian.
Ia selalu duduk rapi, mencatat semua materi, menghafal semua teori.
IPK-nya tinggi.
Namun ia tidak pernah bertanya, tidak pernah berdebat, tidak pernah berbeda.
Empat tahun berlalu.
Ia lulus dengan ijazah di tangan, tapi gemetar saat harus mengambil keputusan sendiri.

Ia siap bekerja, namun belum siap memimpin dirinya sendiri.
Di sinilah banyak kampus—tanpa disadari—berubah menjadi pabrik ijazah.
Mahasiswa diproses agar patuh, bukan dilatih agar berani berpikir.

Anak-anakku,
jangan jadikan dirimu sekadar buruh berpakaian rapi.
Jangan bangga hanya karena bisa menjawab soal ujian,
tapi gagap saat hidup memberi ujian.

Belajarlah bukan hanya dari dosen, tetapi dari kegelisahanmu sendiri.

Bacalah lebih banyak dari yang diwajibkan.
Bertanyalah meski pertanyaanmu dianggap aneh.
Gagalilah dengan berani,
karena kegagalan di bangku kuliah jauh lebih murah daripada kegagalan dalam kehidupan.

Ada mahasiswa yang sejak awal sadar.
Ia tidak menunggu lulus untuk berpikir.
Ia tidak menunggu gelar untuk berbuat.

Hari ini, ia bukan sekadar pencari kerja, ia adalah pencipta jalan hidupnya sendiri.

Anak-anakku,
ijazah hanyalah tiket.
Yang menentukan perjalananmu adalah cara berpikirmu.

Masuklah kampus dengan niat belajar hidup,
bukan sekadar belajar bekerja.
Dan ingatlah,
bangsa ini tidak kekurangan orang pintar,
tetapi sangat membutuhkan manusia berani dan berakal merdeka.

Petang ini, selamat datang di dunia mahasiswa.
Jadilah pembelajar sejati,
bukan produk pabrik bernama pendidikan.

Tidak ada komentar: