Laqadja akum rasulum


web stats

Senin, 09 Februari 2026

Gen-Z atau Generasi Z

Gen-Z atau Generasi Z adalah generasi yang lahir kira-kira sejak pertengahan 1990-an sampai awal 2010-an. Mereka sering disebut anak zaman digital, karena sejak kecil sudah hidup berdampingan dengan internet, gawai, dan media sosial.
Berikut uraian ringkas tapi menyentuh tentang Gen-Z.
Pertama, lahir di dunia serba cepat
Gen-Z tumbuh saat informasi mengalir deras. Mereka terbiasa dengan kecepatan: chat dibalas cepat, video singkat, hasil instan. Karena itu mereka cerdas menyaring informasi, tapi juga mudah lelah bila terlalu banyak tekanan.
Kedua, melek teknologi, kreatif, dan adaptif
Bagi Gen-Z, teknologi bukan alat, tapi bagian dari hidup. Mereka cepat belajar aplikasi baru, kreatif membuat konten, dan berani mencoba hal yang belum pernah ada. Banyak usaha, gerakan sosial, dan dakwah kreatif lahir dari tangan Gen-Z.
Ketiga, peduli makna, bukan sekadar harta
Berbeda dengan anggapan malas, banyak Gen-Z justru keras pada diri sendiri. Mereka bekerja bukan hanya demi uang, tapi juga makna, kesehatan mental, dan keseimbangan hidup. Mereka berani berkata “cukup” pada hal yang merusak jiwa.
Keempat, jujur mengekspresikan perasaan
Gen-Z lebih terbuka soal luka batin, kecemasan, dan pencarian jati diri. Mereka ingin didengar, bukan dihakimi. Jika diarahkan dengan kasih sayang, mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang kuat secara emosional dan spiritual.
Kelima, haus teladan, bukan ceramah panjang
Gen-Z tidak anti nasihat, tapi mereka lebih percaya pada contoh nyata. Keteladanan, kejujuran, dan konsistensi jauh lebih berpengaruh daripada kata-kata indah.
Penutup renungan
Gen-Z bukan generasi rusak. Mereka adalah amanah zaman. Jika dibimbing dengan hikmah, disentuh dengan empati, dan dikuatkan dengan nilai iman, Gen-Z bisa menjadi generasi yang bukan hanya pintar, tapi juga beradab dan berakhlak.

Tidak ada komentar: