Laqadja akum rasulum


web stats

Jumat, 13 Februari 2026

KETIKA ALLAH MENGUBAH TAKDIR DI UJUNG KEPUTUSASAAN

KETIKA ALLAH MENGUBAH TAKDIR DI UJUNG KEPUTUSASAAN

Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang ibu penjual gorengan. Setiap hari ia berjalan kaki membawa dagangannya. 
Suaminya telah lama wafat. Anaknya dua, masih sekolah.

Suatu sore, dagangannya tak habis. Hujan turun deras. Ia duduk di emperan toko, memeluk keranjang yang masih setengah penuh. Air matanya jatuh bercampur hujan.
Dalam hati ia berkata,
“Ya Allah… kalau bukan karena anak-anak, mungkin aku sudah menyerah.”

Tiba-tiba seorang pemuda menghampiri. Ia membeli semua sisa dagangan. Bahkan memberi uang lebih. Ibu itu menolak, tapi pemuda itu berkata,
“Ibu, dulu saya pernah Ibu beri gorengan gratis karena saya tak punya uang. Hari ini saya hanya membalas.”
Ibu itu terdiam. Allah tidak pernah lupa.

Di tempat lain, ada seorang pria yang gagal dalam usaha. Hutangnya banyak. Ia pernah dihina, diremehkan, bahkan ditinggalkan orang terdekat.

Suatu malam ia sujud lama sekali. Bukan meminta kaya. Ia hanya berkata,
“Ya Allah, jangan Kau tinggalkan aku sendirian menghadapi ini.”

Bertahun-tahun kemudian, usahanya bangkit. Bukan hanya lunas hutang, ia justru membantu orang-orang yang dulu senasib dengannya.

Ketika ditanya rahasianya, ia hanya menjawab,
“Saya tidak kuat. Tapi Allah yang menguatkan.”

Sekarang mari kita kupas.
Allah berfirman:
"Fa inna ma'al 'usri yusra. Inna ma'al 'usri yusra."
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
(Al-Qur'an, Surah Al-Insyirah 94:5–6)

Perhatikan… bukan setelah kesulitan.
Tetapi bersama kesulitan.
Artinya, ketika kita merasa paling terhimpit, saat itu pula pintu pertolongan sedang dipersiapkan.

Rasulullah SAW bersabda:
"Ketahuilah, pertolongan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bersama kesulitan ada kemudahan."
(HR. Ahmad no. 2803)

Mengapa banyak orang menyerah tepat sebelum pertolongan datang?

Karena manusia hanya melihat hari ini. Sedangkan Allah melihat seluruh jalan hidupnya.

Kadang kita merasa doa belum dijawab.
Padahal Allah sedang mengatur jawabannya agar datang pada waktu yang paling tepat.

Bisa jadi kita menangis hari ini agar kita bersyukur lebih dalam esok hari.

Bisa jadi kita jatuh hari ini agar kita tahu bagaimana rasanya berdiri dengan tawakal.

Ingatlah…
Allah berfirman:
"Wa may yatawakkal 'alallahi fahuwa hasbuh."
“Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkannya.”
(Al-Qur'an, Surah At-Talaq 65:3)

Bukan manusia yang mencukupkan. Bukan jabatan.
Bukan relasi. Tapi Allah.

Jika hari ini ada yang sedang merasa lelah…
Jangan berhenti di titik lelahmu.
Karena sering kali, takdir terbaik Allah dimulai tepat setelah kita hampir menyerah.

Tidak ada komentar: