MALAM INI KITA BELAJAR DARI SEBUAH KISAH
Seorang pria tua pernah bercerita dengan suara pelan.
Hidupnya penuh kegagalan menurut ukuran manusia.
Usaha jatuh, hutang menumpuk, anak-anaknya hidup pas-pasan.
Namun ada satu hal yang tidak pernah ia tinggalkan: salat tepat waktu dan menjaga lisannya.
Ia berkata,
“Saya tidak tahu kapan Allah menolong, tapi setiap malam saya tidur dengan hati yang ringan. Besok boleh susah, asal hari ini saya tidak meninggalkan Allah.”
Tahun-tahun berlalu.
Bukan hartanya yang tiba-tiba melimpah,
tetapi ketenangan yang membuat hidupnya tetap utuh.
Dan justru dari ketenangan itulah, pintu demi pintu rezeki dibukakan Allah perlahan, tanpa ia duga.
Sering kali kita ingin pertolongan Allah datang sekarang juga.
Padahal Allah lebih dulu ingin menguatkan hati kita, bukan sekadar mengubah keadaan.
Allah berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra‘d: 28)
Ketenangan hati bukan hadiah bagi orang yang hidupnya sempurna,
tetapi bagi orang yang tetap bersandar kepada Allah meski hidupnya belum selesai.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya baik baginya.”
(HR. Muslim)
Baik saat diberi, ia bersyukur.
Baik saat diuji, ia bersabar.
Keduanya mendekatkan kepada Allah.
Jika malam ini masalahmu belum terjawab,
jangan buru-buru kecewa.
Bisa jadi Allah sedang:
– menenangkan jiwamu,
– membersihkan niatmu,
– atau menyiapkan jawaban yang lebih baik dari yang kau minta.
Tenanglah.
Allah tidak pernah tidur,
dan doa yang dipanjatkan di malam hari tidak pernah sia-sia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar