Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Taat
Petang itu, seorang bapak tua duduk sendirian di serambi masjid. Pakaiannya sederhana, langkahnya sudah tak sekuat dulu.
Ia datang lebih awal, jauh sebelum azan Magrib berkumandang. Ketika ditanya, “Kenapa datang cepat, Pak?” ia menjawab pelan, “Takut hati ini keburu sibuk lagi.
Ramadhan sudah dekat, saya ingin hati saya pulang dulu dengan taat.”
Bapak itu bukan orang alim, bukan pula tokoh masyarakat. Sehari-harinya ia pedagang kecil. Namun ia paham satu hal penting: Ramadhan tidak butuh rumah yang ramai, tapi hati yang siap.
Ia sadar, tubuhnya bisa saja hadir di masjid, tapi jika hatinya masih berkeliaran mengejar dunia, Ramadhan akan lewat tanpa bekas.
Allah mengingatkan dalam Al-Qur’an:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini tidak berbicara tentang lapar semata, tapi tentang takwa. Dan takwa hanya lahir dari hati yang sadar, hati yang kembali, hati yang pulang kepada Allah.
Rasulullah SAW pun memberi peringatan yang sangat tajam:
“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun ia tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.”
(HR. Ibnu Majah)
Hadis ini seperti mengetuk dada kita pelan-pelan. Jangan sampai Ramadhan kita hanya berpindah jadwal makan, tapi tidak memindahkan arah hati.
Jangan sampai masjid ramai, tapi jiwa tetap sunyi dari taubat.
Petang ini, sebelum Ramadhan benar-benar datang, mari kita bertanya pada diri sendiri:
Apakah hati kita sudah pulang untuk taat?
Ataukah masih tertinggal di kesibukan, di dendam, di dosa yang belum kita sesali?
Ramadhan adalah undangan Allah. Tapi yang Allah undang bukan tubuh kita saja, melainkan hati kita. Dan hati yang pulang adalah hati yang mau mengakui lemah, mau memohon ampun, dan mau dibentuk kembali.
Mari tutup petang ini dengan doa:
Ya Allah, jika langkah kami sering tersesat, pulangkanlah hati kami kepada-Mu.
Jika hati kami mengeras oleh dunia, lembutkanlah dengan cahaya Ramadhan.
Jangan jadikan Ramadhan kami berlalu sia-sia.
Jadikan ia bulan taubat, bulan perubahan, dan bulan kedekatan dengan-Mu.
Terimalah puasa kami, hidupkan hati kami, dan kuatkan kami dalam ketaatan.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar