Laqadja akum rasulum


web stats

Selasa, 17 Februari 2026

Sebelum Malam Menutup Mata, Hati Jangan Ikut Terlelap

Sebelum Malam Menutup Mata, Hati Jangan Ikut Terlelap

Malam ini sunyi, tapi hati kita sering ramai.
Ramai oleh penyesalan yang tak sempat diucapkan,
ramai oleh lelah yang tak sempat diserahkan kepada Allah.

Ada orang yang siangnya tampak kuat,
tertawa, bekerja, dan menjalani hari seperti biasa.
Namun ketika malam tiba dan lampu dipadamkan,
barulah ia jujur pada dirinya sendiri:
hatinya capek, imannya naik-turun, dan doanya sering tertunda.

Allah berfirman:
“Dan pada sebagian malam, bertahajudlah sebagai ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79)

Malam bukan sekadar waktu istirahat tubuh, tetapi waktu terbaik untuk menata ulang arah hidup.
Saat dunia mengecil, Allah membukakan pintu yang lebih luas bagi doa-doa yang jujur.

Rasulullah SAW bersabda:
“Tuhan kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa ruginya jika malam berlalu, namun hati tak pernah benar-benar menghadap.
Padahal satu helaan doa di keheningan malam
bisa lebih kuat daripada seribu kata di siang hari.

Jika hari ini kita belum maksimal,
jika lisan banyak khilaf,
jika hati sempat lalai,
maka malam ini adalah kesempatan untuk meminta ulang.

Tidak perlu doa panjang,
cukup hati yang jujur dan air mata yang tidak dibuat-buat.

Mari tutup malam ini dengan doa:
Ya Allah, jika hari ini kami banyak salah, ampunilah kami.
Jika hati kami jauh, dekatkan kembali kepada-Mu.
Tenangkan jiwa kami malam ini,
bangunkan kami esok hari dengan iman yang lebih hidup.
Jangan Engkau biarkan kami tidur dalam kelalaian,
dan jangan Engkau bangunkan kami kecuali dalam keadaan lebih baik dari hari ini.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Selamat beristirahat.
Semoga malam ini menjadi jembatan menuju hari esok yang lebih lurus. 

Tidak ada komentar: