Menyambut Ramadhan, dengan Hati Mulai Taat
Pagi itu, Madinah masih sunyi.
Rasulullah SAW duduk bersama para sahabat. Wajah beliau tenang, namun sorot matanya penuh rindu pada bulan Ramadhan yang selalu membawa ampunan, rahmat, dan pembebasan dari api neraka.
Rasulullah SAW bersabda bahwa telah datang kepada kalian bulan yang agung, bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa terhalang dari kebaikannya, sungguh ia benar-benar terhalang.
Al-Qur’an mengingatkan kita:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Ramadhan adalah perjalanan sunyi antara hamba dan Rabb-nya. Saat lisan dijaga, pandangan ditundukkan, hati dibersihkan dari iri dan dengki. Saat malam menjadi saksi sujud terpanjang dan air mata yang jujur.
Allah juga berfirman:
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau semakin memuncak di bulan Ramadhan.
Seakan beliau ingin mengajarkan: Jika ingin dekat dengan Allah, dekatlah dulu dengan sesama.
Pagi ini, sebelum Ramadhan benar-benar mengetuk pintu, mari kita siapkan hati agar cahaya Al-Qur’an bisa tinggal lebih lama dalam hidup kita.
Mari kita berdoa:
Ya Allah, sampaikan kami pada bulan Ramadhan.
Bersihkan hati kami sebelum Engkau bersihkan perut kami dengan puasa.
Ampuni dosa-dosa kami.
Jadikan Ramadhan kali ini jalan pulang menuju takwa dan cinta-Mu.
Aamiin ya rabbal aalamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar