Petang Mengajarkan Tentang Percaya
Petang selalu datang dengan sunyi yang berbeda.
Langit mulai redup, langkah melambat, dan hati sering kali mulai berbicara jujur tentang lelah yang disembunyikan sejak pagi.
Di waktu seperti ini, Allah mengingatkan kita:
“Dan bersabarlah engkau (Muhammad), sesungguhnya janji Allah itu benar.”
(QS. Ar-Rum: 60)
Ayat ini turun bukan untuk orang yang santai hidupnya, tetapi untuk orang-orang yang sedang berjuang. Untuk mereka yang sudah berusaha, sudah berdoa, namun hasilnya belum juga terlihat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sungguh menakjubkan urusan orang beriman. Semua urusannya adalah kebaikan. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, maka itu pun baik baginya.”
(HR. Muslim)
Petang mengajarkan kita satu hal penting:
Tidak semua doa dikabulkan dengan cepat, tapi tidak satu pun doa yang diabaikan.
Ada kisah nyata yang sederhana tapi menggetarkan hati.
Seorang petani tua di sebuah desa pernah ditanya,
“Pak, kenapa Bapak masih rajin ke sawah, padahal panennya sering gagal?”
Ia tersenyum dan berkata,
“Saya ke sawah bukan hanya untuk panen. Saya ke sawah untuk menunaikan tugas. Soal hasil, itu urusan Allah.”
Beberapa tahun kemudian, saat orang-orang muda meninggalkan ladang, tanah petani tua itu justru menjadi yang paling subur. Bukan karena ia paling pintar, tapi karena ia paling sabar dan paling setia pada proses.
Allah berfirman:
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”(QS. At-Talaq: 2–3)
Petang ini, jika hati terasa berat, ingatlah:
Allah tidak pernah menunda dengan sia-sia.
Yang Dia tunda, sedang Dia siapkan dengan sempurna.
Mari tutup petang ini dengan doa lirih:
“Ya Allah, jika hari ini belum Kau beri hasil, jangan Kau cabut keyakinan. Jika langkah kami melambat, jangan Kau ambil harapan.
Cukupkan kami dengan iman dan sabar hingga waktu-Mu tiba.”
Petang bukan tanda menyerah.
Petang adalah undangan untuk bersandar lebih dekat kepada Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar