Malam Mengajarkan Ikhlas
Malam tidak pernah datang dengan tergesa.
Ia hadir perlahan, seolah memberi isyarat: sudah cukup hari ini kita berjuang, sekarang waktunya berserah penuh pada Allaah.
Allah berfirman:
“Dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai Pelindung.” (QS. Al-Ahzab: 3)
Ayat ini bukan untuk orang yang tidak berusaha, tetapi untuk mereka yang sudah berikhtiar semampunya.
Tawakal bukan berhenti berjuang, melainkan menyerahkan hasil kepada Allah setelah segala daya dikerahkan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki; pagi hari ia keluar dalam keadaan lapar, dan sore hari ia pulang dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi)
Perhatikan burung itu. Ia tidak membawa bekal, tidak menyimpan kecemasan, tapi ia keluar dari sarang setiap pagi.
Usaha dan tawakal berjalan bersama.
Ada kisah nyata yang sering luput kita sadari.
Seorang pedagang kecil selalu menutup tokonya lebih awal saat azan Magrib. Padahal pembeli masih ramai.
Ia berkata,
“Kalau rezeki saya ada di toko ini, Allah tidak akan salah alamat. Kalau tidak ada, saya tidak mau menukarnya dengan meninggalkan salat.”
Beberapa tahun berlalu, tokonya tetap hidup. Bahkan lebih tenang dari pedagang lain yang membuka sampai larut malam.
Bukan karena tokonya paling besar, tapi karena hatinya paling lapang.
Allah berfirman:
“Ketahuilah, dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Malam ini, jika ada doa yang belum terkabul, lepaskan dengan ikhlas.
Jika ada luka yang belum sembuh, titipkan pada Allah.
Jika ada rencana yang belum berjalan, percayakan pada waktu-Nya.
Karena malam bukan akhir dari harapan.
Malam adalah tempat Allah menenangkan hati sebelum esok dimulai kembali.
Mari tutup malam ini dengan doa:
“Ya Allah, aku serahkan kepada-Mu semua lelahku hari ini. Ampuni kekuranganku, kuatkan imanku, dan bangunkan aku esok dengan harapan yang baru.”
Selamat beristirahat.
Allah tidak pernah tidur, dan Dia tidak pernah lalai menjaga kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar