Laqadja akum rasulum


web stats

Minggu, 15 Februari 2026

PETANG YANG MENGUATKAN

PETANG YANG MENGUATKAN

Menjelang petang ada kisah, 
Seorang ayah ojek online menghentikan motornya di pinggir jalan saat azan Magrib berkumandang. Helm masih di tangan, matanya basah. 

Hari itu ia belum mendapat cukup untuk susu anaknya. Namun ia memilih salat lebih dulu. “Kalau Allah kutinggalkan, siapa lagi tempatku berharap,” katanya lirih. 

Petang itu, ia pulang dengan uang pas-pasan, tapi hati yang penuh.
Allah berfirman:
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Talaq: 2–3)

Ada pula seorang ibu tua di rumah sakit kelas tiga. Tangannya menggenggam tas plastik berisi baju lusuh.
Anaknya kritis, sementara ia tak mampu membayar tambahan obat. 

Di sudut ranjang, ia berbisik, “Ya Allah, aku tak punya siapa-siapa selain Engkau.” Malam itu, datang bantuan dari orang yang tak dikenalnya. 

Petang mengajarinya satu hal: Allah tak pernah terlambat.
Bukankah Allah telah berjanji:
“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untukmu.”
(QS. Ghafir: 60)

Ada juga kisah seorang lelaki yang kehilangan pekerjaannya, lalu kehilangan rasa percaya diri. Ia duduk sendirian saat matahari tenggelam, menatap langit jingga sambil menahan air mata. Ia sadar, selama ini ia kuat bukan karena jabatan, tapi karena Allah yang menegakkan hatinya. 
Petang itu ia bersujud lebih lama dari biasanya.

Rasulullah SAW bersabda:
“Ketahuilah, pertolongan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bersama kesulitan ada kemudahan.”
(HR. Tirmidzi)

Petang memang tidak selalu membawa kabar gembira. Kadang ia datang dengan sunyi, dengan luka yang belum sembuh, dengan doa yang terasa menggantung. Namun justru di waktu inilah Allah paling sering menyentuh hati yang rapuh.

Petang mengajarkan kita untuk berhenti sejenak, bukan karena kalah, tapi karena sadar: hidup ini terlalu berat jika dipikul sendiri.

Maka jika dadamu terasa sesak saat senja, jangan buru-buru kuat. Duduklah. Tarik napas. Serahkan semuanya pada Allah. Sebab hati yang bersandar kepada-Nya, meski terluka, tak pernah benar-benar hancur.

Tidak ada komentar: