RENUNGAN PENUTUP MALAM
“Malam ini mungkin banyak yang sudah terlelap. Tapi sebelum kita benar-benar memejamkan mata, izinkan satu renungan kecil…”
Malam selalu jujur.
Di siang hari kita bisa sibuk berdebat.
Bisa keras bersuara.
Bisa lantang menyalahkan.
Tapi malam membuat kita diam.
Di keheningan seperti ini, saya sering bertanya pada diri sendiri…
Sudahkah kita benar-benar mencintai negeri ini dengan cara yang benar?
Kita ingin Indonesia maju.
Kita ingin anak-anak kita sejahtera.
Kita ingin petani tersenyum dan sarjana tidak menganggur.
Namun kemajuan tidak lahir hanya dari kemarahan.
Ia lahir dari ketekunan.
Dari ilmu yang dipakai.
Dari integritas yang dijaga meski tak ada yang melihat.
Negeri ini besar.
Terlalu besar untuk diserahkan pada keputusasaan.
Terlalu mulia untuk dipenuhi saling menjatuhkan.
Mungkin perubahan tidak langsung terasa.
Mungkin langkah kita kecil.
Tapi sejarah selalu dimulai dari orang-orang yang tidak berhenti berharap.
Malam ini, mari kita titipkan satu doa:
Ya Allah,
Jangan biarkan kami lelah mencintai negeri ini.
Teguhkan hati kami untuk tetap jujur.
Dan bangkitkan bangsa ini dengan ilmu dan keberanian.
Kita boleh lelah.
Tapi jangan kehilangan arah.
Selamat beristirahat.
Besok kita bangun lagi — dengan harapan yang tidak padam.
(Belajar dari Desa, Berpikir untuk Indonesia).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar