Cendekiawan Muslim Memandang Konflik Iran – Israel – Amerika Dalam Perspektif Al-qur’an, Hadis, Dan Geopolitik Dunia Islam.
Pertama: prinsip Al-Qur’an tentang perang dan kezaliman
Al-Qur’an tidak memerintahkan perang tanpa sebab. Prinsip dasarnya adalah melawan kezaliman dan penindasan.
Allah berfirman:
Wa mā lakum lā tuqātilūna fī sabīlillāhi wal mustaḍ‘afīn.
Artinya:
“Mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan untuk membela orang-orang yang tertindas…” (QS. An-Nisa: 75)
Sebagian ulama menjelaskan bahwa ayat ini menjadi dasar moral bahwa umat Islam boleh melawan ketika terjadi penindasan besar.
Kedua: pandangan banyak ulama tentang konflik Palestina dan Israel
Banyak ulama dunia Islam melihat konflik Timur Tengah terutama terkait Palestina sebagai persoalan penjajahan wilayah.
Di antara ulama yang sering menyuarakan hal ini adalah:
Yusuf al-Qaradawi
Ali Khamenei
Salman al-Ouda
Mereka berpendapat bahwa:
rakyat Palestina mengalami penindasan
pembelaan terhadap mereka dianggap bagian dari membela kaum tertindas.
Namun tentu pandangan ini tidak selalu sama antara semua ulama dan negara Muslim.
Ketiga: sikap ulama yang lebih moderat
Sebagian ulama lain menekankan bahwa konflik tersebut harus diselesaikan dengan diplomasi dan keadilan internasional, bukan hanya perang.
Contohnya ulama seperti:
Abdullah bin Bayyah
Beliau menekankan bahwa:
perdamaian lebih utama jika memungkinkan
peperangan hanya jalan terakhir.
Ini juga sejalan dengan ayat:
وَإِن جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا
Latin:
Wa in janahū lis-salmi fajnah lahā.
Artinya:
“Jika mereka condong kepada perdamaian maka condonglah kepadanya.”
(QS. Al-Anfal: 61)
Keempat: posisi Iran dalam perspektif dunia Islam
Iran sering memposisikan dirinya sebagai negara yang menentang dominasi Amerika dan Israel di Timur Tengah.
Pemimpin Iran saat ini adalah
Ali Khamenei.
Iran menyatakan bahwa dukungannya terhadap kelompok-kelompok perlawanan di Timur Tengah adalah bentuk membela rakyat yang tertindas.
Namun negara lain menilai langkah Iran juga bagian dari persaingan geopolitik dan pengaruh regional.
Kelima: posisi Israel dan Amerika
Israel dipimpin oleh
Benjamin Netanyahu.
Israel dan Amerika Serikat berpendapat bahwa:
Iran dianggap ancaman besar
program nuklir Iran dianggap berbahaya
dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata dianggap mengganggu stabilitas.
Karena itu mereka berusaha menekan kekuatan Iran.
Keenam: pandangan sebagian ulama tentang konflik besar menjelang akhir zaman
Sebagian ulama mengaitkan konflik Timur Tengah dengan hadis-hadis tentang fitnah besar di akhir zaman.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Akan terjadi fitnah-fitnah besar seperti potongan malam yang gelap.”
(HR. Muslim)
Para ulama menjelaskan bahwa pada masa fitnah besar:
banyak konflik politik
banyak perang
umat Islam terpecah.
Namun hadis ini tidak menunjuk secara pasti konflik tertentu, sehingga para ulama mengingatkan agar tidak terlalu mudah mengklaim peristiwa tertentu sebagai tanda akhir zaman.
Ketujuh: pelajaran penting bagi umat Islam
Sebagian besar ulama sepakat pada beberapa prinsip:
pertama, umat Islam harus menolak kezaliman siapa pun pelakunya.
kedua, peperangan harus mengikuti aturan syariat dan kemanusiaan.
ketiga, perdamaian lebih utama jika keadilan bisa ditegakkan.
Kesimpulan
Jika dilihat dari perspektif Islam:
konflik Iran, Israel, dan Amerika lebih banyak merupakan konflik geopolitik dan kekuasaan
sebagian ulama melihatnya sebagai perlawanan terhadap penindasan
sebagian ulama lain menekankan jalan damai dan diplomasi.
Namun yang pasti, Al-Qur’an selalu mengingatkan bahwa perang bukan tujuan utama, melainkan jalan terakhir ketika kezaliman tidak bisa dihentikan dengan cara lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar