Laqadja akum rasulum


web stats

Kamis, 12 Maret 2026

SEBELUM PERANG, ADAPERJANJIAN NUKLIR IRAN TAHUN 2015

SEBELUM PERANG, ADA
PERJANJIAN NUKLIR IRAN TAHUN 2015

Pada tahun 2015 dibuat sebuah perjanjian internasional yang dikenal sebagai:
Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA)

Perjanjian ini dibuat antara Iran dengan enam kekuatan dunia:
Amerika Serikat
Inggris
Prancis
Rusia
China
Jerman

Perjanjian ini juga didukung oleh United Nations melalui Resolusi Dewan Keamanan 2231.

Isi utama perjanjian
Iran setuju:
membatasi program nuklirnya
mengurangi jumlah uranium yang diperkaya
membuka fasilitas nuklir untuk inspeksi internasional. 

Sebagai imbalannya:
sanksi ekonomi terhadap Iran dicabut
Iran bisa kembali berdagang minyak dan berhubungan dengan sistem keuangan dunia. �
Encyclopedia Britannica
Perjanjian ini mulai berlaku tahun 2016.

Kedua: Israel sejak awal menolak perjanjian ini. 
Perdana Menteri Israel saat itu, Benjamin Netanyahu, sejak awal sangat menentang perjanjian tersebut.

Alasan Israel:
Iran dianggap musuh utama Israel
Israel khawatir Iran tetap bisa membuat bom nuklir di masa depan
Israel menilai perjanjian itu terlalu lunak.
Karena itu Israel terus menekan Amerika Serikat untuk keluar dari perjanjian tersebut.

Ketiga: Amerika Serikat keluar dari perjanjian (2018)

Pada 8 Mei 2018, Presiden AS saat itu, Donald Trump, secara resmi menarik Amerika Serikat keluar dari JCPOA.

Langkah ini dilakukan secara sepihak.
Alasan pemerintah AS saat itu:
perjanjian dianggap “buruk dan tidak adil”
tidak membatasi program rudal Iran
tidak membatasi pengaruh Iran di Timur Tengah. �
www.ndtv.com

Setelah keluar dari perjanjian:
Amerika menerapkan kampanye “maximum pressure” yaitu: sanksi ekonomi besar terhadap Iran
larangan ekspor minyak Iran
pembatasan akses Iran ke sistem keuangan dunia.
Akibatnya ekonomi Iran sangat terpukul.

Keempat: banyak negara menilai penarikan itu sepihak

Negara-negara Eropa seperti:
Inggris
Prancis
Jerman
menyatakan bahwa perjanjian itu masih sah karena telah disahkan oleh PBB.
Mereka menilai keputusan AS merusak kesepakatan internasional. �
Wikipedia

Bahkan beberapa pejabat Amerika sendiri mengakui bahwa:
Iran sebenarnya mematuhi perjanjian tersebut pada awalnya. �
Tehran Times

Kelima: setelah AS keluar, situasi mulai memanas

Setelah Amerika keluar dari perjanjian: sanksi terhadap Iran kembali diberlakukan. 
Iran kehilangan keuntungan ekonomi dari perjanjian. 

Sebagai reaksi:
Iran mulai mengurangi kepatuhan terhadap perjanjian nuklir dan meningkatkan kembali aktivitas nuklirnya.

Ketegangan meningkat antara:
Iran vs Amerika Serikat dan
Israel.

Keenam: perang Iran – Israel – Amerika

Ketegangan yang panjang akhirnya berkembang menjadi konflik terbuka.

Beberapa peristiwa besar:
serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran
serangan balasan Iran
keterlibatan militer Amerika Serikat.

Konflik tersebut bahkan menimbulkan korban besar dan ketegangan global. �
The Guardian

Ketujuh: upaya diplomasi terakhir sebelum perang
Pada tahun 2025, Amerika dan Iran sebenarnya sempat melakukan perundingan baru di Oman dan beberapa tempat lain untuk membuat kesepakatan nuklir baru.
Namun setelah tenggat waktu gagal, Israel melakukan serangan yang memicu perang. �
Wikipedia

Kesimpulan
Jika diringkas secara objektif:
Memang ada perjanjian internasional antara Iran dan negara-negara besar pada 2015.

Amerika Serikat keluar dari perjanjian itu secara sepihak pada 2018.

Israel sejak awal menentang perjanjian tersebut dan mendukung tekanan terhadap Iran. 

Setelah AS keluar, hubungan Iran dengan Barat memburuk dan ketegangan meningkat hingga akhirnya terjadi konflik militer.

Tidak ada komentar: