Laqadja akum rasulum


web stats

Kamis, 26 Maret 2026

KHUTBAH JUMAT (27-3-2026) Judul: Menjaga Iman dan Memurnikan Tauhid di Tengah Ujian Zaman

KHUTBAH JUMAT (27-3-2026) 

Khutbah I
Mukadimah 

Alhamdulillahi nahmaduhu wa nasta’iinuhu wa nastaghfiruh, wa na’udzu billahi min syuruu ri anfusinaa wa min sayyi’aa ti a’maalinaa. 
Mayyah dihillahu falaa mudhilla lah, 
wa mayyudhlil falaa haadiya lah.

Asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, 
wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh la nabiya ba'da. 

Qalallahu fi kitabihil karim: 
A'uzubillahi minasyaitanirrajim Bismillahirrahmanirrahim

"Yaa ayyuhalladziina aamanuu ittaqullaha wa quuluu qaulan sadiidaa. Yushlih lakum a’maalakum wa yaghfir lakum dzunuubakum. Wamayyuthi’ illaaha wa rasuulahu faqad faa za fauzan ‘azhiimaa."

Allahumma shalli ‘alaa Sayyidina Muhammad wa ‘alaa aali Sayyidina Muhammad.
Amma ba’du…

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Judul: Menjaga Iman dan Memurnikan Tauhid di Tengah Ujian Zaman

Marilah kita bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa…
Karena bisa jadi, ini adalah Jumat terakhir kita…
Bisa jadi, ini adalah kesempatan terakhir kita mengucap:
Laa ilaaha illallaah…

Hadirin yang dimuliakan Allah…

Apa yang akan kita bawa pulang saat kita meninggal nanti?
Harta… akan kita tinggalkan…
Jabatan… akan kita lepaskan…
Keluarga… hanya mengantar sampai kuburan…
Yang tersisa hanyalah iman dan tauhid kita…

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Iman adalah cahaya dalam hati, dan tauhid adalah fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim. Tanpa tauhid yang lurus, amal sebanyak apa pun tidak akan bernilai di sisi Allah.

Allah berfirman:
"Innal laaha laa yaghfiru ayyusyraka bih, wa yaghfiru maa duuna dzaa lika limayyasyaa’."
(Artinya: Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki.) (QS. An-Nisa: 48)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa menjaga tauhid adalah perkara terbesar dalam hidup kita.

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah

Tauhid bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi harus dijaga dalam hati dan diamalkan dalam kehidupan.

Jangan sampai kita masih menggantungkan harapan kepada selain Allah, atau merasa takut berlebihan kepada makhluk hingga melupakan kekuasaan Allah.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Ada sebuah kisah tentang kuatnya iman dan tauhid.

Dahulu ada seorang lelaki yang hidup dalam kesulitan ekonomi. Setiap hari ia bekerja keras, tetapi rezekinya terasa sempit.

Suatu hari, seseorang berkata kepadanya:
"Kalau ingin kaya, mintalah pada tempat ini, ada kekuatan gaib yang bisa membantu."

Lelaki itu terdiam. Ia hampir tergoda. Namun ia ingat kalimat tauhid:
Laa ilaaha illallaah
Ia berkata dalam hatinya:
"Kalau aku meminta selain Allah, berarti aku telah merusak tauhidku."

Akhirnya ia menolak, dan justru ia memperbanyak dzikir, istighfar, dan shalat malam.
Beberapa waktu kemudian, tanpa disangka, Allah bukakan jalan rezeki dari arah yang tidak ia duga.
Saat ditanya, ia berkata:
"Aku tidak mencari jalan cepat yang merusak iman. Aku memilih menjaga tauhidku, dan Allah yang mencukupkan hidupku."

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah

Dari kisah ini kita belajar:
Lebih baik hidup sederhana tapi tauhid kita selamat, daripada kaya tetapi iman kita rusak.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Di zaman sekarang, ujian iman sangat berat. Bukan hanya kemiskinan atau kesulitan hidup, tetapi karena:
Cinta dunia yang berlebihan. Lalai dzikir dan ibadah. 
Masih Bergantung pada sebab, tetapi lupa kepada Yang Maha Menentukan. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
"Yujaddidu al-iimaan 
fi quluubikum." Qaaluu: Kaifa nujaddidu iimaananaa yaa Rasulallaah? Qaala: "Aktsiruu min qawli laa ilaaha illallaah."
(Artinya: Perbaruilah iman kalian dalam hati kalian. Para sahabat bertanya: bagaimana kami memperbarui iman kami wahai Rasulullah? Beliau menjawab: perbanyaklah mengucapkan Laa ilaaha illallaah.) (HR. Ahmad)

Maka, salah satu cara menjaga iman adalah dengan memperbanyak dzikir tauhid Laa ilaaha illallaah.

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah

Mari kita jaga iman kita dengan:
Pertama, memperkuat tauhid dalam hati
Kedua, menjaga shalat lima waktu
Ketiga, memperbanyak dzikir dan istighfar
Keempat, menjauhi segala bentuk syirik, baik kecil maupun besar.  Jangan sampai iman kita lemah di akhir kehidupan.

Rasulullah bersabda:
"Innamaal a’maalu bil khawaatim." (Artinya: Sesungguhnya amal itu tergantung pada penutupnya.)
(HR. Bukhari)

"Aquulu qaulii haadzaa, wa astaghfirullaaha lii wa lakum, fa-staghfiruuhu, innahu huwal ghafuurur rahiim."


Khutbah II
Mukadimah 

Alhamdulillah hamdan katsiiran thayyiban mubaarakan fiih, 
kamaa yuhibbu rabbunaa wa yardhaa.

Asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.

Allahumma shalli ‘alaa Sayyidina Muhammad wa ‘alaa aali Sayyidina Muhammad.

Isi Khutbah:
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita terus menjaga iman dan tauhid kita, karena itulah bekal utama kita ketika kembali kepada Allah.

Allah berfirman:
"Yaa ayyuhalladziina aamanuu ittaqullaha haqqa tuqaatih wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun."
(Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim.) (QS. Ali Imran: 102)

Allahumma yaa muqallibal quluub, tsabbit quluubanaa ‘alaa diinika.
(Artinya: Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu.)

Allahummaghfir lil muslimiina wal muslimaat, 
wal mu’miniina wal mu’minaat, al-ahyaa’i minhum wal amwaat.

Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wa hab lanaa mil ladunka rahmah, innaka antal wahhaab.

Rabbanaghfirli wali walidayya walil mukminina yauma yakumul hisab. 

Rabbanaghfirli umati muhammadin warhamhum rahmata amma. 
Walhamdulillahi rabbil aalamin. 

‘Ibaadallaah,
Innallaaha ya’muru bil ‘adli wal ihsaani wa iitaa’i dzil qurbaa wa yanhaa ‘anil fahsyaa’i wal munkari wal baghyi, ya’izhukum la’allakum tadzakkaruun.
(QS. An-Nahl: 90)

Fadzkurullaahal ‘azhiima yadzkurkum, was-aluuHu min fadhlikaa yu’thikum, wa ladzikrullaahi akbar, wallaahu ya’lamu maa tashna’uun."

Aqimish shalaah.

Tidak ada komentar: