Kisah Penutup Ta’ziyah yang Sangat Menyentuh
“Mayat yang Tersenyum di Kuburnya”
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Ada sebuah kisah yang sering diceritakan oleh para ulama sebagai pelajaran bagi kita semua.
Di sebuah kampung kecil, meninggal seorang lelaki tua.
Ia bukan orang kaya.
Ia juga bukan orang terkenal.
Hidupnya sangat sederhana.
Tetapi ada satu kebiasaannya yang tidak pernah ia tinggalkan:
setiap malam ia membaca beberapa ayat dari Al-Qur'an sebelum tidur.
Tidak lama.
Tidak banyak.
Kadang hanya satu halaman.
Kadang hanya beberapa ayat.
Tetapi tidak pernah ia tinggalkan.
Suatu malam, lelaki itu wafat dengan tenang.
Ketika jenazahnya dimandikan, orang yang memandikannya terkejut.
Wajah lelaki itu sangat tenang dan seperti tersenyum.
Seolah-olah ia sedang tidur dengan damai.
Orang yang memandikannya berkata pelan:
“Subhanallah… wajahnya seperti orang yang bahagia.”
Beberapa hari kemudian, seorang lelaki di kampung itu bermimpi.
Dalam mimpinya ia melihat lelaki yang sudah meninggal tadi.
Wajahnya bersinar.
Ia duduk dengan sangat tenang.
Orang itu bertanya dalam mimpi:
“Apa yang Allah lakukan kepadamu di kubur?”
Lelaki itu menjawab dengan kalimat yang membuat orang itu terbangun sambil menangis.
Ia berkata:
“Allah memuliakanku karena ayat-ayat dari Al-Qur'an yang selalu aku baca setiap malam.”
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Allah sendiri telah menjelaskan kemuliaan orang yang beriman ketika mereka meninggal.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka istiqamah, maka malaikat turun kepada mereka (ketika mereka wafat) seraya berkata: Jangan takut dan jangan bersedih.”
(QS. Fussilat ayat 30)
Malaikat memberi kabar gembira kepada mereka dengan surga.
Inilah yang disebut para ulama sebagai husnul khatimah.
Hadirin…
Mungkin kita tidak mampu membaca banyak.
Mungkin kita sibuk.
Tetapi bayangkan jika setiap malam kita membaca beberapa ayat saja dari Al-Qur'an.
Lalu suatu hari kita meninggal…
dan ayat-ayat itu menjadi teman kita di dalam kubur.
Penutup yang sangat menyentuh
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Kubur itu gelap.
Kubur itu sempit.
Kubur itu sunyi.
Tetapi bagi orang yang beriman…
kubur bisa menjadi taman dari taman-taman surga.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Kubur itu bisa menjadi taman dari taman-taman surga atau lubang dari lubang-lubang neraka.”
(HR. Sunan Tirmidzi)
Karena itu sebelum kita pulang dari majelis ini, mari kita bertanya kepada diri kita sendiri:
Jika malam ini kita meninggal…
apakah kubur kita akan terang?
Ataukah kubur kita akan gelap karena amal kita sangat sedikit?
Semoga Allah mengampuni dosa orang yang telah wafat dari keluarga ini.
Semoga kuburnya dilapangkan.
Dan semoga kita semua diberi akhir hidup yang baik.
Amin ya Rabbal ‘alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar