Laqadja akum rasulum


web stats

Senin, 09 Maret 2026

Kisah Penutup Ta’ziyah yang Mengguncang Hati

Kisah Penutup Ta’ziyah yang Mengguncang Hati

Hadirin yang dimuliakan Allah…
Sebelum kita pulang dari majelis ta’ziyah ini, izinkan saya menyampaikan satu kisah yang sering diceritakan para ulama sebagai pelajaran bagi kita semua.
Ada seorang lelaki yang meninggal dunia.
Ketika hidupnya, ia dikenal sebagai orang yang baik kepada manusia.
Ia ramah, suka membantu, dan mudah bergaul.
Tetapi ada satu hal yang sering ia tinggalkan: salat.
Jika diajak salat berjamaah, ia sering berkata:
“Nanti saja… masih ada waktu.”
Hari berlalu.
Bulan berlalu.
Tahun berlalu.
Sampai suatu hari ia jatuh sakit.
Sakitnya tidak lama.
Beberapa hari kemudian ia meninggal dunia.
Ia dimakamkan seperti biasa.
Orang-orang mendoakannya, lalu pulang.
Malam pertama di kubur pun tiba.
Dalam sebuah riwayat yang sering disampaikan para ulama tentang keadaan kubur, disebutkan bahwa ketika manusia dimasukkan ke dalam kubur, dua malaikat datang untuk bertanya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba apabila telah diletakkan di kuburnya dan para pengantarnya telah pergi, ia dapat mendengar suara sandal mereka.”
(HR. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)
Lalu datanglah dua malaikat: Munkar dan Nakir.
Mereka bertanya:
Siapa Tuhanmu?
Apa agamamu?
Siapa nabimu?
Orang yang beriman dapat menjawabnya.
Tetapi orang yang lalai…
ia akan kebingungan.
Dalam kisah itu diceritakan, lelaki tadi tidak mampu menjawab dengan baik.
Kuburnya mulai menyempit.
Dan ia menjerit meminta kesempatan kembali ke dunia.
Allah menggambarkan penyesalan itu dalam firman-Nya:
“Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia agar aku dapat berbuat amal saleh.”
(QS. Al-Mu'minun ayat 99–100)
Tetapi kesempatan itu tidak pernah diberikan lagi.
Hadirin…
Bayangkan jika penyesalan itu terjadi pada kita.
Ketika di dunia kita masih bisa:
memperbaiki salat
memperbanyak dzikir
memperbanyak istighfar
dan memperbaiki hidup.
Tetapi ketika sudah di kubur…
semuanya selesai.
Karena itu Rasulullah ﷺ mengingatkan kita:
“Perjanjian antara kami dan mereka adalah salat. Barang siapa meninggalkannya, maka ia telah kafir.”
(HR. Sunan Tirmidzi)
Penutup yang biasanya membuat jamaah hening
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Hari ini kita menyaksikan kematian seseorang.
Kematian itu seperti pesan dari Allah kepada kita:
Selagi masih hidup…
perbaiki salatmu.
Selagi masih sehat…
perbaiki amalmu.
Selagi masih ada waktu…
bertaubatlah kepada Allah.
Karena jika kematian sudah datang…
tidak ada lagi kesempatan kedua.
Semoga Allah mengampuni dosa orang yang telah wafat dari keluarga ini.
Semoga kuburnya dijadikan taman dari taman-taman surga.
Dan semoga kita semua diberi husnul khatimah.
Amin ya Rabbal ‘alamin.

Tidak ada komentar: