SYAIR DAKWAH
Penyesalan Manusia di Alam Kubur
Syair: oleh Ismilianto
Di dalam tanah sunyi terasa
Tiada lagi suara dunia
Barulah hati menyesal jua
Mengapa dulu lalai berdoa
Harta dahulu begitu dicinta
Kini tertinggal menjadi cerita
Yang menemani hanyalah dosa
Jika amal tak pernah dibina
Andai waktu dapat kembali
Ingin rasanya sujud kembali
Namun kesempatan telah pergi
Hidup di dunia tak terulangi
Hikmah
Syair ini menggambarkan penyesalan manusia setelah kematian ketika ia menyadari bahwa kesempatan beramal telah habis.
Allah berfirman:
“Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia agar aku dapat berbuat kebajikan terhadap yang telah aku tinggalkan.”
(QS. Al-Mu’minun: 99–100)
Ayat ini menjelaskan bahwa setelah kematian, manusia ingin kembali ke dunia untuk beramal, tetapi kesempatan itu sudah tertutup.
SYAIR DAKWAH
Renungan Tentang Kematian
Syair: oleh Ismilianto
Banyak manusia tertawa riang
Seolah hidup akan panjang
Padahal maut selalu datang
Menjemput jiwa tanpa undangan
Istana tinggi bisa runtuh
Tubuh kuat akan rapuh
Yang hidup pasti akan jatuh
Ke dalam liang yang sunyi dan kukuh
Maka sebelum waktu berlalu
Perbaikilah amal selalu
Sebab yang selamat hanyalah itu
Saat kita menghadap Yang Maha Tahu
Hikmah
Syair ini mengingatkan bahwa kematian pasti datang dan tidak mengenal usia, jabatan, atau kekayaan.
Allah berfirman:
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, sekalipun kamu berada dalam benteng yang tinggi dan kokoh.”
(QS. An-Nisa: 78)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan, yaitu kematian.”
(HR. At-Tirmidzi no. 2307)
SYAIR DAKWAH
Nasihat Orang Tua Kepada Anak
Wahai anak dengarlah pesan
Hidup di dunia hanya ujian
Jangan terlena oleh kesenangan
Karena akhirat tujuan insan
Jagalah shalat sepanjang usia
Itulah tiang agama kita
Jika shalat engkau pelihara
Allah menjaga hidupmu pula
Berbuat baiklah kepada semua
Walau orang kadang menyakiti kita
Karena akhlak yang mulia
Menjadi cahaya di hari pembalasan
Hikmah
Syair ini terinspirasi dari nasihat para nabi dan orang saleh kepada anak-anak mereka agar menjaga iman, shalat, dan akhlak.
Allah mengabadikan nasihat seorang ayah kepada anaknya dalam Al-Qur’an:
“Wahai anakku, dirikanlah shalat, suruhlah berbuat yang makruf dan cegahlah dari yang mungkar serta bersabarlah terhadap apa yang menimpamu.”
(QS. Luqman: 17)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun.”
(HR. Abu Dawud no. 495)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar