Laqadja akum rasulum


web stats

Sabtu, 14 Maret 2026

SYAIR DAKWAH 1 Tentang Kubur dan Akhirat

SYAIR DAKWAH 1
Tentang Kubur dan Akhirat

Dunia ini tempat singgah sebentar
Laksana musafir di jalan yang panjang
Hari berganti usia beredar
Langkah manusia menuju pulang

Kuburan sunyi menanti diri
Tak ada harta ikut menemani
Hanya amal yang setia berdiri
Menjadi cahaya di alam sepi

Jika hidup hanya, mengejar dunia
Akhirat sering, terlupa jua
Padahal mati, pasti tiba
Menutup kisah, anak manusia


Hikmah
Syair ini mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Yang benar-benar menemani manusia setelah kematian hanyalah amal saleh.

Rasulullah SAW bersabda:
“Tiga perkara mengikuti mayit: keluarganya, hartanya, dan amalnya. Dua kembali dan satu tetap bersamanya. Yang kembali adalah keluarganya dan hartanya, sedangkan yang tetap bersamanya adalah amalnya.” (HR. Bukhari no. 6514 dan Muslim no. 2960)

Al-Qur'an juga mengingatkan:
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.”
(QS. Ali ‘Imran: 185)


SYAIR DAKWAH 2

Tentang Taubat dan Ampunan Allah
Syair: oleh Ismilianto

Jika dosa bagai, lautan luas
Jangan putus, dari harapan
Rahmat Allah, lebih tak terbatas
Menyambut hamba, yang kembali berjalan

Air mata jatuh, di malam sunyi
Menyesali salah, di masa lalu
Allah melihat, hati yang kembali
Lalu menghapus, dosa dosa itu

Selama nafas, masih berhembus
Pintu taubat, belum tertutup
Jangan menunggu, waktu terputus
Sebelum datang, ajal menjemput


Hikmah
Syair ini mengajarkan bahwa sebesar apa pun dosa manusia, pintu taubat selalu terbuka selama belum datang kematian.
Allah berfirman:
“Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” (QS. Az-Zumar: 53)
Rasulullah SAW bersabda:
“Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di siang hari.” (HR. Muslim no. 2759)

SYAIR DAKWAH 3

Tentang Keikhlasan dan Sabar
Syair: oleh Ismilianto

Berbuat baik, jangan berharap pujian
Karena manusia, mudah melupakan
Ikhlaskan amal, hanya pada Tuhan
Itulah rahasia, untuk ketenangan

Jika hidup, penuh ujian
Sabar menjadi, perisai iman
Allah melihat, setiap kesabaran
Walau tersembunyi, dari pandangan

Orang yang sabar, tidak sia-sia
Setiap luka, menjadi pahala
Di sisi Allah, mulia hamba
Yang ikhlas dalam, segala perkara

Hikmah
Syair ini mengajarkan bahwa amal harus dilakukan dengan ikhlas dan sabar, bukan untuk pujian manusia.
Allah berfirman:
“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”(QS. Al-Bayyinah: 5)
Dan Allah juga berfirman:
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah: 153)

Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.”
(HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)

Tidak ada komentar: