Qur'an yang Berdebu di Rumahnya
Suatu malam seorang alim bermimpi sangat aneh.
Dalam mimpinya ia melihat sebuah kuburan yang baru saja ditutup.
Tanahnya masih basah.
Orang-orang sudah pulang.
Suasana sunyi.
Tiba-tiba dari dalam kubur terdengar suara tangisan yang sangat memilukan.
Tangisan itu berkata:
“Ya Allah… kembalikan aku sebentar saja ke dunia…”
“Sebentar saja…”
“Bukan untuk mencari harta… bukan untuk jabatan…”
“Tapi untuk membuka Al-Qur’an yang dulu selalu aku abaikan…”
Orang itu berkata dalam tangisnya:
“Di rumahku ada Al-Qur’an yang indah… tetapi berdebu…”
“Aku sering lewat di depannya…”
“Tapi aku berkata: nanti saja… nanti saja…”
“Hingga akhirnya kematian datang lebih cepat dari niatku…”
Tangisan itu semakin keras.
“Sekarang aku tahu… satu ayat saja di dunia lebih berharga dari seluruh dunia dan isinya…”
Namun semuanya sudah terlambat.
Kubur itu kembali sunyi.
Ketika alim itu terbangun dari mimpinya, tubuhnya gemetar.
Ia berkata:
“Demi Allah, aku tidak akan membiarkan Al-Qur’an di rumahku berdebu.”
Kisah ini menjadi peringatan bagi banyak orang.
Karena Al-Qur’an bukan sekadar kitab yang disimpan.
Tetapi Ia adalah cahaya kehidupan.
Allah berfirman:
“Ini adalah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya.”
(QS. Shad: 29)
Rasulullah juga mengingatkan:
“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim)
Bayangkan…
Di rumah kita ada Al-Qur’an.
Di ponsel kita ada Al-Qur’an.
Tetapi sering kali yang kita buka justru hal lain.
Padahal mungkin suatu hari…
orang lain yang akan membuka Al-Qur’an itu untuk kita… ketika kita sudah terbujur kaku.
Dan saat itu kita baru menyadari…
bahwa satu ayat Al-Qur’an di dunia lebih berharga daripada seluruh dunia.
Semoga Allah tidak menjadikan kita termasuk orang yang menyesal ketika sudah berada di dalam kubur.
Semoga Allah menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya di hati kita, di rumah kita, dan di kubur kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar