Laqadja akum rasulum


web stats

Minggu, 08 Maret 2026

TARAWIH BUKAN UNTUK MEMBERATKAN JAMAAH

TARAWIH BUKAN UNTUK MEMBERATKAN JAMAAH

Tadi malam aku memperhati kan sesuatu di masjid.
Imam membaca ayat dengan panjang panjang dan lambat. 

Maksudnya tentu baik: ingin membaca Al-Qur’an dengan tartil.
Namun di belakangnya…
ada yang mulai gelisah,
ada yang menguap,
ada yang menunduk menahan kantuk.

Saat itulah aku teringat pesan Rasulullah SAW.
Beliau bersabda:
“Jika salah seorang di antara kalian menjadi imam bagi manusia, maka hendaklah ia meringankan salat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Mengapa?  Nabi melanjutkan sabdanya: karena
“Di antara mereka ada yang lemah, ada yang sakit, dan ada yang sudah tua.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Di dalam saf jamaah tidak semuanya kuat.
Ada yang seharian bekerja.
Ada yang badannya sudah tua.
Ada yang datang dengan niat baik tapi fisiknya terbatas.

Karena itu Nabi SAW bahkan pernah menegur sahabatnya Mu’adz bin Jabal ketika ia membaca terlalu panjang saat menjadi imam.

Nabi berkata:
“Apakah engkau ingin membuat orang merasa berat dalam agama, wahai Mu’adz?”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Padahal Mu’adz adalah sahabat yang sangat alim.
Ini menunjukkan bahwa kebaikan tetap harus disertai kebijaksanaan.

Memang benar Allah memerintahkan:
“Bacalah Al-Qur’an dengan tartil.” (QS. Al-Muzzammil: 4)

Tetapi Allah juga memberi keringanan:
“Bacalah apa yang mudah dari Al-Qur’an.” (QS. Al-Muzzammil: 20)

Para ulama pun sepakat:
imam dianjurkan membaca dengan baik, tetapi tidak memberatkan makmum.

Imam An-Nawawi berkata:
“Disunnahkan bagi imam meringankan salat agar tidak memberatkan makmum.”
(Syarh Shahih Muslim)

Tarawih memang salat malam.
Boleh lebih panjang(jika sendirian) 
Tetapi tetap ingat satu hal:
tarawih adalah ibadah bersama, bukan ibadah sendirian.
Kalau ingin membaca sangat panjang, lakukanlah saat tahajud di rumah.

Karena imam bukan hanya memimpin bacaan…
tetapi juga memimpin hati jamaah agar tetap mencintai salat.

Jangan sampai orang datang ke masjid dengan semangat,
lalu pulang dengan kelelahan.
Sebab tujuan tarawih bukan sekadar lama berdiri,
tetapi menghidupkan Ramadhan dengan hati yang ringan dan penuh cinta kepada Allah.

Tidak ada komentar: