Aqiqah: Bukan Sekadar Potong Hewan, Tapi Amanah untuk Melepas “Gadai” Anak
Aqiqah bukan sekadar menyembelih hewan,
tapi bentuk syukur dan ikhtiar orang tua
untuk anak yang Allah titipkan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya;
disembelihkan untuknya pada hari ketujuh,
dicukur rambutnya,
dan diberi nama.”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi)
Makna “tergadai” menurut para ulama:
anak seperti tertahan dari kesempurnaan syafaat,
keberkahan, atau kebaikan tertentu
sampai orang tuanya menunaikan sunnah ini
sesuai kemampuan.
Karena itu,
aqiqah bukan soal gengsi,
bukan soal ramai-ramai,
bukan soal ikut tren.
Sunnah yang paling utama:
anak laki-laki dua kambing,
anak perempuan satu kambing.
Kalau ada yang memakai sapi,
jangan mudah mencela.
Dalam masalah ini ada perbedaan pendapat ulama.
Yang terpenting:
jangan tinggalkan makna syukurnya,
jangan hilangkan adabnya,
dan jangan rusak silaturahmi
karena perkara yang masih diperselisihkan.
Ibadah akan terasa indah
bila dijalankan dengan ilmu,
dan disampaikan dengan kelembutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar