Laqadja akum rasulum


web stats

Jumat, 17 April 2026

KISAH-KISAH DKM

KISAH-KISAH DKM

Sepanjang sejarah Islam, banyak kisah nyata pengurus masjid yang menjadi sebab turunnya keberkahan, baik di dunia maupun akhirat. 

Kisah-kisah ini bukan sekadar cerita, tetapi pelajaran hidup bagi para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

Kisah pertama, perempuan pembersih masjid yang dimuliakan Rasulullah SAW
Pada masa Nabi Muhammad SAW, ada seorang wanita (dalam riwayat lain disebut laki-laki) yang pekerjaannya sederhana: membersihkan masjid setiap hari. Ia bukan tokoh besar, bukan orang kaya, tapi sangat istiqamah menjaga kebersihan masjid.

Suatu hari ia wafat. Para sahabat menguburkannya tanpa memberi tahu Nabi SAW karena menganggap hal itu biasa saja. Ketika Nabi mengetahui, beliau bertanya dan kemudian mendatangi kuburnya, lalu menyalatkannya.

Rasulullah SAW bersabda bahwa amalnya sangat besar di sisi Allah. (HR. Bukhari dan Muslim)

Pelajarannya:
Pengurus masjid, meskipun hanya bagian kebersihan, jika ikhlas maka derajatnya bisa sangat tinggi di sisi Allah.

Kisah kedua, Umar bin Khattab yang sangat menjaga amanah masjid
Umar bin Khattab dikenal sangat tegas dalam menjaga amanah umat, termasuk urusan masjid. Beliau memastikan lampu-lampu masjid tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.
Ketika ada urusan pribadi, beliau mematikan lampu milik negara (baitul mal), lalu menyalakan lampu pribadi.

Pelajarannya:
Pengurus DKM harus sangat hati-hati terhadap dana dan fasilitas masjid. Sekecil apa pun penyalahgunaan adalah pengkhianatan amanah.
Kisah ketiga, masjid yang hidup karena pengurusnya ikhlas. 

Di banyak daerah, ada kisah nyata—meskipun tidak tercatat dalam kitab besar—tentang masjid yang dulunya sepi, lalu hidup kembali karena pengurusnya bersungguh-sungguh.

Ada seorang ketua DKM yang setiap Subuh datang lebih awal, menyalakan lampu, mengumandangkan azan, lalu mengetuk rumah warga dengan lembut. Awalnya hanya satu-dua orang yang datang. Namun ia tidak menyerah.

Beberapa bulan kemudian, saf mulai penuh. Setahun kemudian, masjid menjadi pusat kegiatan: pengajian, santunan, hingga ekonomi umat.

Pelajarannya:
Keikhlasan dan kesabaran pengurus bisa menghidupkan masjid yang mati.
Kisah keempat, pengurus masjid yang menyalahgunakan dana lalu mendapat akibat. 

Sebaliknya, ada pula kisah nyata di masyarakat: pengurus masjid yang menggunakan dana infak untuk kepentingan pribadi tanpa izin.

Awalnya tidak ada yang tahu. Namun lama-kelamaan, hidupnya menjadi sempit, penuh masalah, bahkan kehilangan kepercayaan masyarakat.

Ini sesuai dengan peringatan Allah dalam:
Al-Qur'an QS. Al-Anfal: 27
“Wahai orang-orang beriman, janganlah kalian mengkhianati amanah…”

Pelajarannya:
Amanah masjid bukan perkara ringan. Ia akan diminta pertanggungjawaban di hadapan Allah.

Kisah kelima, pemuda yang hidupnya berubah karena masjid. 
Dulunya orang ini jauh dari agama. Namun karena diajak aktif oleh pengurus masjid—dilibatkan sebagai marbot, penjaga sound system, hingga panitia kegiatan—hidupnya berubah.

Dari yang malas salat menjadi rajin berjamaah, dari yang tidak peduli menjadi peduli umat.

Pelajarannya:
Pengurus DKM bukan hanya mengurus bangunan, tapi membentuk manusia.

Sebagai Renungan

Menjadi pengurus masjid bukan sekadar jabatan, tetapi jalan menuju surga—atau sebaliknya, bisa menjadi sebab hisab yang berat jika tidak amanah.

Masjid akan menjadi saksi:
Apakah kita benar-benar memakmurkannya…
Ataukah kita hanya sekadar menjadi pengurus di atas nama.

Semoga setiap langkah pengurus DKM dicatat sebagai amal jariyah yang terus mengalir hingga hari kiamat.

Tidak ada komentar: