WAKTU TAK BISA DIPUTAR ULANG
Ada yang hilang setiap hari dari hidup kita…
Yaitu waktu yang pergi… tidak pernah kembali.
Allah bersumpah dengan waktu:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian…” (QS. Al-‘Ashr: 1–2)
Allah juga mengingatkan penyesalan di akhirat:
“Ya Rabbku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat amal shalih…”
(QS. Al-Mu’minun: 99–100)
Tapi jawabannya jelas…
tidak ada kembali.
Rasulullah SAW bersabda:
“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.”
(HR. Bukhari)
Dan sabda beliau:
“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara…
waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu…”
(HR. Al-Hakim)
Ijmak dan Penjelasan Ulama
Para ulama sepakat:
Waktu adalah modal utama amal
Setiap detik akan dimintai pertanggungjawaban
Menyia-nyiakan waktu dalam hal yang tidak bermanfaat adalah kerugian nyata.
Imam Asy-Syafi’i berkata:
“Seandainya manusia merenungkan Surah Al-‘Ashr, niscaya itu sudah cukup bagi mereka.”
Karena di dalamnya terangkum: iman, amal, dakwah, dan kesabaran…
semua butuh waktu… dan waktu itu terbatas.
Ada Kisah
Ada seorang tua di rumah sakit…
Ia berkata lirih:
“Dulu saya punya waktu… tapi saya tunda ibadah.
Sekarang saya punya niat… tapi waktu saya hampir habis.”
Air matanya jatuh…
bukan karena sakit… tapi karena penyesalan.
Kisah lain…
Seorang pemuda selalu berkata:
“Nanti saja saya berubah…kini masih muda.”
Hari itu ia pergi seperti biasa…
dan tidak pernah kembali.
Teman-temannya berkata:
“Ia belum sempat menjadi baik… karena merasa masih punya waktu.”
Kisah para ulama…
Mereka sangat menjaga waktu.
Ada yang berkata:
“Jika aku melewatkan satu jam tanpa kebaikan, aku merasa kehilangan sebagian dari hidupku.”
Karena mereka tahu…
waktu bukan sekadar berjalan… tapi berkurang.
Renungankan
Waktu tidak menunggu kita taubat…
Waktu tidak menunggu kita siap…
Waktu tidak menunggu kita berubah…
Ia terus berjalan…
mendekatkan kita pada ajal.
Penutup
Hari ini kita masih punya waktu…
tapi tidak ada jaminan untuk besok.
Maka jangan tunda:
taubat
zakat
sedekah
ibadah
kebaikan sekecil apapun
Karena saat waktu habis…
yang tersisa hanya satu kalimat:
“Seandainya dulu…”
Dan kata itu…
tidak akan pernah mengubah apa-apa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar