Laqadja akum rasulum


web stats

Rabu, 13 Mei 2026

ADA ORANG YANG MENANGIS KARENA SATU SUAP NASI

ADA ORANG YANG MENANGIS KARENA SATU SUAP NASI

Sore itu, seorang ibu tua duduk di sudut rumah bambu yang hampir roboh.
Lampu belum menyala.
Kompor pun dingin.

Anaknya bertanya pelan:
“Ibu… malam ini kita makan apa?”
Sang ibu tersenyum, walau dadanya sesak.
“Nanti Allah kirim rezeki…”
Padahal beras tinggal segenggam.
Uang tak ada.
Tetangga pun sama-sama susah. Menjelang Magrib, terdengar ketukan pintu.

Seorang lelaki muda datang membawa nasi bungkus, lauk sederhana, dan sedikit buah.
Ia berkata:
“Bu… tadi saya hampir makan di luar. Tapi entah kenapa hati saya tidak tenang sebelum mengantar ini.”

Ibu tua itu menangis.
Bukan karena lauknya mewah.
Bukan karena porsinya besar.
Tetapi karena ia merasa: “Allah masih melihat kami…”
Malam itu mereka makan sambil menangis haru.

Dan lelaki muda tadi pulang dengan hati yang jauh lebih tenang dibanding saat ia membeli makanan mahal untuk dirinya sendiri.

Betapa banyak orang hari ini bisa makan kenyang…
tetapi lupa bersyukur.
Betapa banyak yang membuang nasi…
sementara ada orang lain yang berdoa sepanjang sore hanya agar anaknya bisa tidur tanpa lapar.

Allah berfirman:
“Maka makanlah sebagiannya dan berilah makan orang yang sengsara lagi fakir.”
(QS. Al-Hajj: 28)

Rasulullah SAW juga mengajarkan agar kita menghormati makanan dan tidak meremehkannya.
Ada orang yang masuk surga karena memberi minum seekor anjing kehausan.
Lalu bagaimana dengan orang yang mengenyangkan manusia lapar?

Maka malam ini, sebelum makan…
Lihatlah hidangan di depan kita.
Mungkin sederhana.
Tapi itu nikmat yang tidak dimiliki semua orang.
Masih bisa berkumpul dengan keluarga…
masih bisa mengunyah makanan…
masih bisa mendengar suara azan… Semua itu karunia besar.

Jangan jadikan makan hanya rutinitas perut.
Jadikan ia jalan syukur.

Dan kalau mampu…
sisihkan sedikit makanan untuk tetangga, anak yatim, atau orang yang kesulitan.
Karena bisa jadi, satu bungkus nasi yang kita anggap biasa…
menjadi alasan seseorang kembali percaya bahwa Allah masih menyayanginya.

Doa Sebelum Makan
Bismillāh.
“Atas nama Allah.”
Jika lupa membaca di awal:
Bismillāhi awwalahu wa ākhirahu.
“Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya.”

Doa Setelah Makan
Alhamdulillāhilladzī ath‘amanā wa saqānā wa ja‘alanā minal muslimīn.
Artinya:
“Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan, memberi kami minum, dan menjadikan kami termasuk orang-orang Islam.”

Ada pula doa yang sangat agung setelah makan:
Alhamdulillāhilladzī ath‘amanī hādzā wa razaqanīhi min ghairi haulin minnī wa lā quwwah.
Artinya:
“Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini dan merezekikannya kepadaku tanpa daya dan kekuatan dariku.”

Rasulullah SAW bersabda, siapa yang membaca doa ini setelah makan, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Maka antara Magrib dan Isya ini…
mari lembutkan hati.
Syukuri makanan.
Jangan sakiti orang tua.
Jangan sia-siakan rezeki.
Dan jangan tidur malam sebelum mendoakan orang-orang yang hari ini belum bisa makan senyaman kita.

Semoga Allah menjadikan rumah-rumah kita penuh syukur, penuh keberkahan, dan jauh dari kelaparan hati maupun kelaparan dunia. Aamiin.

Tidak ada komentar: