Laqadja akum rasulum


web stats

Sabtu, 02 Mei 2026

Apakah Ilmu Kita Sudah Menyelamatkan Kita?”

“Apakah Ilmu Kita Sudah Menyelamatkan Kita?”

Aku duduk diam selepas Magrib…
Seperti biasa, lisan ini berdzikir. Tapi hati tiba-tiba bertanya:
Ilmu yang selama ini aku cari… apakah benar sudah menyelamatkanku?
Di momen Hari Pendidikan Nasional, pertanyaan ini terasa semakin dalam. Karena ternyata… tidak semua ilmu membawa cahaya.
Allah ﷻ berfirman:
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
Innamā yakhsyallāha min ‘ibādihil ‘ulamā’
“Sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Allah di antara hamba-Nya hanyalah para ulama.”
(QS. Fatir: 28)
Ayat ini menusuk hati…
Tanda ilmu itu hidup bukan banyaknya hafalan,
bukan tingginya gelar,
tapi lahirnya rasa takut kepada Allah.
Kalau ilmu tidak membuat kita lebih tunduk…
maka ada yang salah.
Rasulullah ﷺ bahkan berdoa:
"Allahumma inni a‘ūdzu bika min ‘ilmin lā yanfa‘."
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat.”
(HR. Muslim)
Berarti… ada ilmu yang tidak menyelamatkan.
Ada ilmu yang justru menjadi beban di akhirat.
Aku teringat kisah Imam Syafi’i…
Beliau pernah merasakan hafalannya melemah. Lalu gurunya menasihati:
"Ilmu itu cahaya, dan cahaya tidak diberikan kepada hati yang bermaksiat."
Sejak itu beliau menjaga pandangan, menjaga hati, menjaga diri.
Di situlah aku tersadar…
Bisa jadi selama ini aku sibuk menambah ilmu,
tapi lupa membersihkan hati.
Aku ingin tahu banyak…
tapi belum tentu ingin berubah.
Padahal Allah mengingatkan:
كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
Kabura maqtan ‘indallāhi an taqūlū mā lā taf‘alūn
“Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.”
(QS. Ash-Shaff: 3)
Hari ini aku belajar…
Ilmu yang tidak diamalkan… akan menjadi saksi yang memberatkan.
Ilmu yang tidak mendekatkan… akan menjauhkan.
Ilmu yang tidak menundukkan… akan meninggikan ego.
Namun sebaliknya…
Ilmu yang diamalkan, walau sedikit—
itulah yang menerangi jalan,
itulah yang menyelamatkan.
Aku pun berbisik dalam doa:
Ya Allah…
Jika ilmuku belum menyelamatkanku, maka perbaikilah.
Jika hatiku masih gelap, maka terangilah.
Ajarkan aku ilmu yang membuatku lebih dekat kepada-Mu…
bukan sekadar lebih tahu.
Karena pada akhirnya…
kita tidak ditanya berapa banyak yang kita tahu,
tapi apa yang sudah kita lakukan dari yang kita tahu.
Aamiin.

Tidak ada komentar: