“Ilmu Banyak, Tapi Mengapa Hidup Terasa Gelap?”
Aku pernah duduk diam setelah belajar panjang. Buku sudah banyak kubaca, ceramah sudah sering kudengar. Tapi entah kenapa… hati ini tetap terasa kosong. Gelap. Seperti ada yang hilang.
Hari ini, di momen Hari Pendidikan Nasional, aku mulai bertanya pada diriku sendiri:
Apakah benar aku sudah berilmu… atau sekadar tahu?
Allah pernah mengingatkan:
أَفَمَنْ يَمْشِي مُكِبًّا عَلَىٰ وَجْهِهِ أَهْدَىٰ أَمَّنْ يَمْشِي سَوِيًّا عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Afam yamshī mukibban ‘alā wajhihī ahdā amman yamsyī sawiyyan ‘alā shirāṭim mustaqīm
“Maka apakah orang yang berjalan terjungkal di atas wajahnya lebih mendapat petunjuk, ataukah orang yang berjalan tegak di atas jalan yang lurus?”
(QS. Al-Mulk: 22)
Ilmu seharusnya membuat kita “berjalan lurus”, bukan justru tersesat dalam kesombongan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari manusia, tetapi mencabutnya dengan wafatnya para ulama."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hari ini banyak orang “tahu”, tapi sedikit yang “hidup dengan ilmu”.
Banyak yang pintar bicara, tapi sedikit yang hatinya bercahaya.
Aku teringat kisah Imam Syafi’i.
Beliau pernah mengadu kepada gurunya karena sulit menghafal. Lalu dinasihati:
"Ilmu itu cahaya, dan cahaya Allah tidak diberikan kepada hati yang bermaksiat."
Di situlah aku tersentak…
Mungkin bukan ilmuku yang kurang, tapi keberkahannya yang hilang.
Mungkin bukan otakku yang lemah, tapi hatiku yang kotor.
Ilmu tanpa adab… melahirkan kesombongan.
Ilmu tanpa amal… menjadi beban di hari kiamat.
Ilmu tanpa iman… hanya membuat manusia cerdas, tapi kosong arah.
Allah berfirman:
كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
Kabura maqtan ‘indallāhi an taqūlū mā lā taf‘alūn
“Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.”
(QS. Ash-Shaff: 3)
Malam ini aku sadar…
Bukan banyaknya ilmu yang membuat hidup terang.
Tapi ilmu yang diamalkan, yang menundukkan hati, yang mendekatkan diri kepada Allah.
Karena sejatinya, ilmu itu bukan untuk dibanggakan…
Tapi untuk menuntun pulang.
Ya Allah…
Jangan jadikan ilmuku sekadar hafalan tanpa cahaya.
Jangan jadikan aku tahu banyak, tapi jauh dari-Mu.
Berikan aku ilmu yang hidup…
Ilmu yang menghidupkan hati…
Dan ilmu yang menuntunku menuju-Mu.
Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar