GHIBAH DAN FITNAH ITU PELAN-PELAN MEMATIKAN SEMANGAT IBADAH
Ada orang yang dulu rajin shalat berjamaah.
Rajin tahajud.
Lidahnya lembut.
Hatinyapun tenang.
Tapi sejak mulai suka membicarakan aib orang…
mulai senang mendengar keburukan orang…
mulai menikmati fitnah dan gosip…
pelan-pelan ibadahnya berubah.
Shalat mulai terasa berat.
Ngaji mulai malas.
Dzikir terasa hambar.
Doa terasa jauh dari khusyuk.
Kenapa?
Karena dosa lisan itu gelap.
Dan hati yang gelap sulit menikmati ibadah.
Allah berfirman:
“Dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain…” (QS. Al-Hujurat: 12)
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang dimurkai Allah, ia tidak menganggapnya berbahaya, padahal karena itu ia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Bukhari)
Ghibah membuat hati keras.
Fitnah membuat amal rusak.
Dan dosa yang terus diulang bisa mencabut nikmat ibadah.
Betapa banyak orang yang badannya sehat,
rezekinya ada,
waktunya longgar…
tetapi sudah tidak punya semangat sujud.
Hati-hati dengan mulut.
Karena ada dosa yang tidak langsung menghancurkan hidup, tetapi perlahan mencabut cahaya hati.
Kalau hari ini ibadah terasa berat, coba periksa: siapa yang sering kita bicarakan?
siapa yang pernah kita fitnah?
siapa yang kita sakiti dengan lisan?
Bisa jadi bukan Allah menjauh dari kita.
Tetapi dosa lisan yang menutup jalan menuju-Nya.
Semoga Allah menjaga lidah kita, membersihkan hati kita,
dan mengembalikan manisnya ibadah dalam jiwa kita. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar