Keutamaan dan Anjuran pada Hari Arafah
Hari Arafah adalah salah satu hari paling agung dalam Islam. Ia jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Idul Adha. Bagi jamaah haji, inilah puncak ibadah haji. Sedangkan bagi kaum muslimin yang tidak berhaji, Hari Arafah adalah kesempatan emas untuk memperbanyak ibadah, doa, dzikir, dan taubat.
Allah ﷻ berfirman:
“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.”
(QS. Al-Fajr: 1–2)
Sebagian besar ulama menafsirkan “malam yang sepuluh” adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah, termasuk Hari Arafah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada hari di mana Allah lebih banyak membebaskan hamba dari api neraka selain Hari Arafah.”
(HR. Muslim no. 1348)
Bayangkan…
Pada hari itu, jutaan manusia menangis di Padang Arafah. Langit dipenuhi doa-doa. Malaikat turun membawa rahmat. Dan Allah membanggakan hamba-hamba-Nya di hadapan para malaikat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah membanggakan ahli Arafah di hadapan penduduk langit.”
(HR. Ahmad)
Amalan yang sangat dianjurkan pada Hari Arafah
Pertama, berpuasa Arafah bagi yang tidak berhaji.
Puasa ini sangat luar biasa keutamaannya. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
(HR. Muslim no. 1162)
Betapa besarnya rahmat Allah. Hanya satu hari berpuasa, dosa dua tahun diampuni.
Kedua, memperbanyak doa.
Hari Arafah disebut hari mustajab. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah.”
(HR. Tirmidzi no. 3585)
Perbanyaklah berdoa untuk:
ampunan dosa,
keberkahan keluarga,
anak yang saleh,
rezeki halal,
kesehatan,
husnul khatimah,
dan keselamatan akhirat.
Jangan malu menangis di hadapan Allah pada hari itu.
Ketiga, memperbanyak dzikir dan takbir.
Rasulullah ﷺ menganjurkan memperbanyak:
tahmid,
tahlil,
takbir,
dan tasbih.
Dzikir yang sangat dianjurkan pada Hari Arafah:
“Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik dzikir yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan pada Hari Arafah adalah…” lalu beliau membaca dzikir tersebut.
(HR. Tirmidzi)
Keempat, memperbanyak istighfar dan taubat.
Bisa jadi selama ini hati terasa sempit, rezeki terasa berat, rumah tangga sering gelisah, atau ibadah terasa hambar karena dosa-dosa yang belum ditaubati.
Hari Arafah adalah momentum membersihkan jiwa.
Ada orang yang bertahun-tahun hidup dalam kesulitan, lalu pada Hari Arafah ia benar-benar menangis memohon ampun kepada Allah. Setelah itu hidupnya berubah. Hatinya lebih tenang, ibadahnya lebih nikmat, dan pintu rezekinya terbuka dari arah yang tak disangka.
Karena Allah tidak pernah menolak hamba yang datang dengan hati yang hancur dan penuh penyesalan.
Kelima, memperbanyak sedekah dan amal kebaikan.
Sekecil apa pun amal pada hari mulia akan bernilai besar di sisi Allah. Memberi makan orang, membantu tetangga, menyenangkan keluarga, bersedekah untuk masjid, atau mengirim pahala doa untuk orang tua yang telah wafat — semuanya menjadi amal yang sangat bernilai.
Jangan biarkan Hari Arafah berlalu hanya dengan urusan dunia.
Matikan sejenak kesibukan yang tidak penting. Dekatkan diri kepada Allah. Karena kita tidak tahu, mungkin inilah Hari Arafah terakhir dalam hidup kita.
Doa Renungan Hari Arafah
“Ya Allah…
Jika selama ini kami terlalu banyak dosa, maka Hari Arafah ini jadikanlah kami hamba yang Engkau ampuni.
Jika hati kami keras, lembutkanlah dengan dzikir kepada-Mu.
Jika hidup kami sempit, lapangkanlah dengan rahmat-Mu.
Ampuni kedua orang tua kami, sayangi keluarga kami, dan wafatkan kami dalam keadaan husnul khatimah.”
Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar