Laqadja akum rasulum


web stats

Kamis, 21 Mei 2026

MENUNGGU MAGRIB

MENUNGGU MAGRIB

Ada orang yang menunggu Magrib karena lapar.
Ada yang menunggu Magrib karena ingin segera berbuka.
Namun ada pula hamba-hamba pilihan…
yang menunggu Magrib karena rindu mendengar azan berkumandang.

Menjelang Magrib, langit mulai redup. Burung-burung pulang ke sarang. Angin sore perlahan dingin.

Dan di saat itulah…
Allah sedang melihat siapa hamba yang tetap menjaga lisannya, menjaga matanya, menjaga hatinya hingga waktu berbuka tiba.

Rasulullah SAW bersabda:
"Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu Rabb-nya."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Menunggu Magrib adalah menahan amarah.
Menahan ghibah.
Menahan hati agar tidak kembali bermaksiat.
Betapa banyak orang kuat menahan lapar, tetapi kalah menjaga ucapan dan tidak sanggup menjaga pandangan. 

Padahal bisa jadi, beberapa menit menjelang Magrib itulah saat doa-doa diangkat ke langit.

Allah berfirman:
"Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhannya..." (QS. Ar-Ra’d: 22)

Maka jangan kotori detik-detik menjelang Magrib dengan pertengkaran, musik yang melalaikan, atau gibah yang menghanguskan pahala.
Duduklah sebentar.
Istighfar.
Baca Al-Qur’an.
Kirim doa untuk orang tua.

Karena siapa tahu…
Magrib hari ini menjadi Magrib terakhir dalam hidup kita.
Dan alangkah indahnya jika ajal datang…
saat lisan masih berdzikir menunggu azan Magrib.

Tidak ada komentar: