Laqadja akum rasulum


web stats

Rabu, 20 Mei 2026

Seorang Ibu Jangan Mudah Memaki Anak

Seorang Ibu Jangan Mudah Memaki Anak

Karena lisan seorang ibu adalah doa, dan doa orang tua kepada anak mustajab. 

Rasulullah SAW bersabda:
“Janganlah kalian mendoakan keburukan atas diri kalian, anak-anak kalian, dan harta kalian. Bisa jadi doa itu bertepatan dengan waktu dikabulkannya doa, lalu Allah mengabulkannya.” (HR. Muslim no. 3009)

Kadang seorang ibu sedang lelah, marah, kecewa, lalu keluar ucapan: “Dasar anak nakal!”
“Semoga kamu susah!”
“Atau kata-kata buruk lainnya.”

Ada kisah seorang Anak yang menjadi sarjana teknik. Semua orang bangga. Ia bekerja di proyek pembangunan gedung bertingkat. Helm proyek melekat di kepalanya. Gambar-gambar bangunan ada di tangannya. 

Suatu hari terjadi musibah di lokasi proyek. Bangunan besar itu roboh. Besi dan beton runtuh seperti gunung yang patah. Orang-orang berteriak panik. 
Dan di antara para pekerja itu… anak tadi menjadi korban yang paling parah. Kepalanya terkena reruntuhan bangunan.

Ketika kabar itu sampai kepada ibunya, tubuhnya lemas.
Tangisnya pecah.
Dadanya sesak.
Ia teringat kalimat yang pernah ia lemparkan bertahun-tahun lalu.
“Semoga engkau hancur ditindih bangunan roboh…”
Na'uzubillah... 

Sebaliknya, lihatlah kekuatan doa ibu: “Ya Allah, jadikan anakku saleh.”
“Ya Allah, lembutkan hatinya.”
“Ya Allah, bukakan pintu rezeki dan hidayahnya.”
Kalimat seperti itu bisa menjadi cahaya yang mengikuti hidup anak sampai dewasa.
Imam Ahmad meriwayatkan bahwa doa orang tua untuk anak termasuk doa yang tidak tertolak.
Karena itu, saat marah: diam lebih baik daripada memaki.
Menangis lebih baik daripada mengutuk.
Berdoa lebih baik daripada melukai hati anak dengan lisan.
Anak mungkin lupa makanan apa yang pernah diberikan ibunya.
Tapi anak biasanya tidak lupa kata-kata yang pernah melukai hatinya.

Tidak ada komentar: