RAHMAT ALLAH vs MURKA ALLAH
Petang ini, mari bertanya pada diri sendiri: kita sedang berjalan menuju rahmat-Nya… atau justru mendekati murka-Nya?
Ada orang hidup sederhana, rumah kecil, makan seadanya… tetapi wajahnya tenang, anak-anaknya lembut, ibadahnya ringan, hatinya damai.
Itu tanda rahmat Allah sedang turun di rumahnya.
Sebaliknya…
ada yang hartanya banyak, rumahnya megah, kendaraan berganti-ganti… tetapi hidupnya penuh pertengkaran, anak membangkang, hati gelisah, tidur tak nyenyak, ibadah terasa berat.
Bisa jadi itu peringatan murka Allah yang belum disadari.
Allah berfirman:
“Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh dia akan menjalani kehidupan yang sempit.” (QS. Thaha: 124)
Rahmat Allah bukan hanya uang.
Rahmat Allah itu hati yang tenang, keluarga yang rukun, tubuh yang sehat, anak yang taat, dan dosa yang ditutupi manusia.
Sedangkan murka Allah sering datang diam-diam…
ibadah mulai malas, lisan suka menyakiti, hati keras menerima nasihat, rezeki terasa sempit walau banyak penghasilan.
Ada kisah seorang ayah rajin ke masjid. Walau hidup pas-pasan, ia selalu menjaga Subuh berjamaah. Tetangganya heran karena hidupnya terlihat biasa saja.
Namun bertahun-tahun kemudian, anak-anaknya tumbuh menjadi anak yang sopan, mudah mencari kerja, dan sayang kepada orang tua.
Orang kampung berkata,
“Rumah itu kecil, tapi terasa bercahaya.”
Sebaliknya, ada seorang yang dahulu suka meremehkan shalat dan gemar menyakiti orang dengan lisannya. Usahanya sempat besar, uangnya banyak. Namun perlahan hidupnya berubah: anak-anak sulit diatur, usaha mulai jatuh, dan orang-orang menjauh karena akhlaknya.
Bukan karena Allah tidak mampu memberi harta, tetapi karena tanpa rahmat-Nya, nikmat berubah menjadi beban.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka.”
(HR. Tirmidzi)
Karena itu jangan ukur rahmat Allah hanya dari kekayaan.
Kadang orang miskin tidur nyenyak dalam rahmat Allah, sementara orang kaya menangis diam-diam dalam kegelisahan.
Petang ini…
coba lihat hidup kita.
Apakah shalat makin baik?
Apakah hati makin lembut?
Apakah keluarga makin dekat kepada Allah?
Apakah lisan makin terjaga?
Sebab tanda rahmat Allah bukan sekadar bertambahnya dunia…
tetapi bertambahnya iman, ketenangan, dan rasa takut kepada-Nya.
Semoga petang ini Allah menurunkan rahmat-Nya ke rumah kita, menjauhkan murka-Nya dari keluarga kita, dan menutup hidup kita dengan husnul khatimah.
Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar