Kita Meridhoi Istri dan Anak, Maka Anak Akan Sukses
Banyak orang tua sibuk mencari sekolah terbaik, guru terbaik, bahkan biaya terbesar untuk anaknya.
Namun ada satu hal yang sering terlupakan: ridha dan doa yang tulus dari hati orang tua.
Ketika seorang ayah dan ibu berkata:
“Ya Allah, aku ridha kepada istriku…
aku ridha kepada anak-anakku…
maka ridhailah mereka…”
maka kalimat itu bukan sekadar ucapan.
Itu adalah doa yang keluar dari hati yang lembut, dan doa seperti itu sangat dicintai Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi no. 1899)
Karena itu, jangan biasakan rumah dipenuhi perkataan: “Anak ini bikin malu!” “Anak ini tidak berguna!” “Istri ini menyusahkan!”
Lisan orang tua adalah doa.
Kadang yang menghancurkan masa depan anak bukan kemiskinan, tetapi ucapan buruk yang terus diterimanya setiap hari.
Biasakan membaca:
“Radhītu billāhi rabbā, wa bil-islāmi dīnā, wa bi Muḥammadin nabiyyan wa rasūlā.” (3 kali)
Lalu berdoa:
“Ya Allah, sesungguhnya aku meridhai istriku dan anak-anakku dengan keridhaan yang sempurna, maka anugerahkanlah keridhaan-Mu kepada mereka.”
Kemudian bacakan Al-Fatihah untuk mereka.
InsyaAllah rumah akan lebih tenang, anak lebih lembut hatinya, dan keberkahan perlahan turun ke dalam keluarga.
Ada kisah seorang anak yang dulu dikenal nakal, suka melawan orang tua, bahkan hampir putus sekolah.
Namun ibunya tidak pernah berhenti berkata:
“Ya Allah, aku ridha kepada anakku. Jangan palingkan dia dari rahmat-Mu.”
Setiap malam ibunya membacakan Al-Fatihah sambil menyebut namanya.
Tahun demi tahun berlalu…
anak itu berubah.
Ia menjadi orang yang berhasil dan sangat berbakti kepada ibunya.
Saat ditanya apa yang paling membuatnya berubah, ia menjawab:
“Saya selalu merasa ada doa ibu yang menjaga hidup saya.”
Kadang kesuksesan anak bukan dimulai dari sekolah mahal…
tetapi dari hati orang tua yang ridha dan tidak lelah mendoakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar