Laqadja akum rasulum


web stats

Senin, 01 Juni 2026

AIR MATA AYAH DI DEPAN JENAZAH ANAKNYA

AIR MATA AYAH DI DEPAN JENAZAH ANAKNYA

Di sebuah kampung, seorang ayah dikenal sebagai pekerja keras. Pagi berangkat, malam pulang. Rumahnya megah, kendaraannya bertambah, tabungannya banyak.

Tetapi ada satu yang sering ia tunda. Bermain dengan anaknya.

Setiap kali anaknya mengajak bicara, jawabannya hampir selalu sama:
"Nanti ya, Ayah sibuk."
"Nanti ya, Ayah capek."
"Nanti ya, Ayah ada urusan."
Hari demi hari berlalu.
Anaknya tumbuh.

Lalu suatu hari, takdir Allah datang tanpa pemberitahuan.
Anak yang selama ini selalu menunggu waktu luang ayahnya jatuh sakit. Tidak lama kemudian, ia meninggal dunia.

Di depan jenazah anaknya, sang ayah menangis sejadi-jadinya.
Ia memeluk tubuh yang sudah tak bernyawa itu sambil berkata:
"Maafkan Ayah... sekarang Ayah punya banyak waktu, tapi kamu sudah tidak ada."

Kalimat itu membuat seluruh pelayat menangis.
Apa yang paling menyakitkan?
Bukan kehilangan harta.
Bukan kehilangan jabatan.
Tetapi kehilangan kesempatan yang tidak akan pernah kembali.

Allah berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka." (QS. At-Tahrim: 6)

Ayat ini bukan hanya tentang memberi makan dan pakaian.
Tetapi juga tentang memberi perhatian, kasih sayang, pendidikan iman, dan waktu.

Banyak orang tua bekerja keras demi anak.
Namun jangan sampai anak hanya menerima uang, sementara ia kekurangan pelukan, doa, dan kebersamaan.

Ada anak yang tidak membutuhkan mainan mahal.
Ia hanya ingin ayahnya mendengarkan ceritanya lima menit.
Ia hanya ingin ibunya tersenyum kepadanya.
Ia hanya ingin merasa dicintai.

Hari ini, jika anak Anda masih ada di samping Anda, peluklah dia.
Jika orang tua Anda masih hidup, teleponlah mereka.
Jika pasangan Anda masih menemani, berterima kasihlah kepadanya.

Karena suatu hari nanti, kita mungkin memiliki banyak penyesalan, tetapi tidak memiliki kesempatan lagi.
Jangan menunggu kehilangan untuk menyadari nilai sebuah kebersamaan.
Malam ini, sebelum tidur, lihatlah wajah orang-orang yang Anda cintai.

Lalu berdoalah:
"Ya Allah, jangan Engkau cabut nikmat kebersamaan ini sebelum aku mampu mensyukurinya."
Semoga kita tidak termasuk orang yang baru menangis ketika kesempatan itu telah pergi selamanya. Aamiin.

Tidak ada komentar: